Washington DC (Tutur.co.id) – Kontroversi kembali mengiringi langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah ia membagikan ulang sebuah gambar berbasis kecerdasan buatan yang menampilkan dirinya bersama sosok Yesus Kristus di platform Truth Social.
Dalam unggahan terbarunya pada Rabu (15/4/2026), Trump merespons gambar tersebut dengan komentar singkat, “Saya rasa ini cukup bagus.” Pernyataan itu segera menarik perhatian publik dan memicu gelombang perdebatan luas di media sosial.
Gambar tersebut sebelumnya telah menuai kritik karena dinilai menyentuh simbol keagamaan yang sensitif, khususnya di kalangan komunitas religius di Amerika Serikat. Penggunaan figur Yesus dalam konteks politik dianggap sebagian pihak sebagai tindakan yang tidak tepat dan berpotensi menyinggung nilai-nilai kepercayaan.
Sejumlah pengamat melihat unggahan ini sebagai bagian dari gaya komunikasi Trump yang kerap memanfaatkan simbol kuat untuk menarik perhatian publik. Strategi tersebut dinilai efektif dalam membangun resonansi politik, namun juga membawa risiko tinggi berupa kontroversi.
Di sisi lain, kritik turut datang dari lawan politik yang menilai tindakan tersebut melampaui batas etika, terutama dalam penggunaan figur religius untuk kepentingan komunikasi publik. Perdebatan pun meluas, tidak hanya pada sosok Trump, tetapi juga pada praktik penggunaan konten berbasis kecerdasan buatan dalam ruang publik.

