Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan cenderung melemah pada perdagangan Kamis (16/4/2026), di tengah tarik-menarik sentimen global dan domestik yang memengaruhi arah pasar.
Riset CGS International Sekuritas Indonesia menyebutkan, indeks akan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah, berada dalam rentang support 7.525–7.430 dan resistance 7.725–7.820.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.525–7.430 dan resist 7.725–7.820,” tulis CGS dalam ulasannya.
Dari sisi global, penguatan indeks di Wall Street menjadi sentimen positif yang menopang optimisme pasar. Mayoritas indeks saham Amerika Serikat ditutup menguat, didorong harapan investor terhadap potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Optimisme tersebut menguat setelah Donald Trump dalam wawancaranya dengan Fox Business menyatakan bahwa konflik dengan Iran berpotensi segera berakhir.
“Iran sangat ingin untuk mencapai kesepakatan,” ujar Trump, menegaskan peluang tercapainya perdamaian dalam waktu dekat.
Sebelumnya, pihak Gedung Putih juga menyampaikan bahwa negosiasi antara Washington dan Teheran masih berlangsung, meski belum ada jadwal resmi terkait pelaksanaannya.
Namun di sisi lain, pasar domestik masih dibayangi sejumlah sentimen negatif. Koreksi harga beberapa komoditas serta potensi berlanjutnya aksi ambil untung pada saham-saham konglomerasi menjadi faktor penekan IHSG.
Selain itu, aksi jual investor asing yang masih berlangsung turut memperbesar tekanan terhadap indeks, seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap risiko global.
Dalam kondisi tersebut, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham untuk strategi trading jangka pendek, yakni AADI, ADRO, MDKA, INCO, BUKA, serta NCKL.
Dengan kombinasi sentimen global yang masih fluktuatif dan tekanan domestik, pergerakan IHSG diperkirakan tetap terbatas, sehingga investor disarankan lebih selektif dan disiplin dalam menerapkan strategi trading jangka pendek.

