Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»UBS Proyeksi Harga Emas Tembus US$ 6.200 pada Pertengahan 2026, Ditopang Permintaan Bank Sentral

UBS Proyeksi Harga Emas Tembus US$ 6.200 pada Pertengahan 2026, Ditopang Permintaan Bank Sentral

Market Gusti Tetiro18 Februari 2026 / 10:08 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Grafis Ilustrasi perdangan dan harga emas dunia. (Foto: Tutur/Ilustrasi)
Grafis Ilustrasi perdangan dan harga emas dunia. (Foto: Tutur/Ilustrasi)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Analis memproyeksikan harga emas dunia berpeluang melanjutkan reli dan menyentuh level US$ 6.200 per troy ons pada pertengahan 2026. Kenaikan ini diperkirakan ditopang oleh lonjakan permintaan bank sentral, defisit fiskal yang membengkak, penurunan suku bunga riil Amerika Serikat, serta eskalasi risiko geopolitik global.

Kepala Komoditas & CIO Forex APAC di UBS Wealth Management, Dominic Schnider, mengatakan faktor fundamental masih berpihak pada logam mulia sebagai aset lindung nilai (safe haven).

“Kami melihat harga emas melanjutkan kenaikannya hingga USD 6.200/troy ons pada pertengahan tahun, didukung oleh permintaan bank sentral dan investor, defisit fiskal yang besar, suku bunga riil AS yang lebih rendah, dan risiko geopolitik,” ujar Schnider dikutip dari Kitco News, Rabu (18/2/2026).

 

Ketidakpastian Global Dongkrak Permintaan Safe Haven

Dalam catatan komoditas terbarunya, Schnider menilai harga emas sempat berfluktuasi, namun tetap mencatatkan kenaikan sepanjang Januari 2026. Ketidakpastian politik, geopolitik, dan ekonomi global mendorong investor kembali memburu aset aman.

Menurutnya, pola ini mencerminkan perubahan sentimen pasar yang mulai mengantisipasi perlambatan ekonomi global serta dinamika kebijakan moneter AS.

Sebelumnya, pada 5 Januari 2026, Schnider telah memproyeksikan harga emas mampu menembus US$ 5.000 per troy ons pada akhir kuartal I-2026, dengan katalis yang sama: pembelian agresif bank sentral, tekanan fiskal, serta ekspektasi suku bunga riil yang lebih rendah.

 

Pasokan Ketat dan Transisi Energi Jadi Pendorong Struktural

Tak hanya faktor makro, UBS juga menyoroti aspek pasokan komoditas industri seperti tembaga dan aluminium yang semakin terbatas. Kondisi ini dinilai memberi dukungan tambahan terhadap harga emas dalam jangka menengah.

Di sisi lain, tren elektrifikasi dan transisi energi global menjadi pendorong struktural bagi permintaan logam, termasuk emas, dalam jangka panjang.

Baca Juga  Cek Harga Emas Antam Sabtu Pagi Ini, Lagi-lagi Turun

“Komoditas akan memainkan peran yang lebih menonjol dalam portofolio pada tahun 2026, menawarkan diversifikasi di tengah ketidakseimbangan penawaran-permintaan, risiko geopolitik, dan transisi energi global,” kata Schnider.

 

Reli Emas 2026 Dinilai Masih Panjang

UBS memandang kombinasi pasokan ketat dan meningkatnya permintaan akan menjaga momentum kenaikan harga emas sepanjang tahun ini. Dengan latar belakang defisit fiskal besar di sejumlah negara maju dan tren akumulasi cadangan emas oleh bank sentral, reli logam mulia dinilai belum mencapai puncaknya.

“Harga emas seharusnya mencatatkan kenaikan lebih lanjut, didukung oleh pembelian bank sentral, defisit fiskal yang besar, suku bunga riil AS yang lebih rendah, dan risiko geopolitik yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Jika proyeksi tersebut terealisasi, level US$ 6.200 per troy ons akan menjadi tonggak baru dalam sejarah harga emas global dan mempertegas peran emas sebagai lindung nilai utama di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

emas tembus US$ 6.200 harga emas 2026 outlook komoditas global permintaan bank sentral proyeksi emas UBS
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous Article20 Ucapan Selamat Berbuka Puasa Ramadhan 2026
Next Article PFN akan Bangun Bioskop Negara Pertama “Sinewara” di Jatinegara, Dorong Penambahan 10.000 Layar

Berita Lainnya

IHSG Diproyeksikan Lanjut Menguat, Phintraco Rekomendasikan BBCA, ICBP, EXCL, TKIM, dan SMGR

17 Juli 2026 / 08:21 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.130, ANTM, ARTO, dan ARCI Jadi Rekomendasi BRI Danareksa

17 Juli 2026 / 07:58 WIB

Mirae Asset: Peringkat BBB S&P Jadi Sentimen Positif, Namun Risiko Ekonomi Masih Membayangi

17 Juli 2026 / 05:24 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Rekomendasikan INCO, INDY, ISAT, dan OASA

17 Juli 2026 / 04:27 WIB

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas, ANTM hingga ISAT Jadi Pilihan Trading Hari Ini

16 Juli 2026 / 08:39 WIB

IHSG Diproyeksikan Tetap Bullish, BRI Danareksa Rekomendasikan AADI, KIJA, dan BUKA

16 Juli 2026 / 07:33 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Komisi III DPR Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus

Kristo Suryokusumo16 Maret 2026 / 12:33 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.