Jakarta (tutur.co.id) – Gaya komunikasi Presiden Prabowo Subianto yang meledak-ledak tentu menjadi topik menarik untuk dikupas. Seberapa efektif kah gaya komunikasi yang jika ditarik ke belakang dalam sejarah panjang bangsa ini mengingatkan pada sosok Presiden Soekarno.
Ya, dalam edisi perdana Tutur PoV (Point of View) akan dikupas mengenai gaya komunikasi Presiden Prabowo. Dipandu host Gaib Maruto Sigit, jurnalis senior sekaligus pendiri dan Presiden Komisaris Tutur Media Digital, Don Bosco Selamun, memberikan analisis mendalamnya terkait gaya komunikasi Prabowo Subianto yang tampak ‘meniru’ cara orasi Bung Karno.
“Sebetulnya di era algoritma sekarang harus paham siapa penonton saya, siapa yang mendengar saya. Tidak bisa menyampaikan sesuai keinginan kita, harus berbasis data. Pidato model Pak Prabowo itu tidak salah, tapi apakah zamannya tepat? Gaya pidato berapi-api, lugas, tegas itu di masa kita membentuk karakter bangsa Bung Karno itu memang perlu tapi setelah itu tidak perlu lagi,” kata Don Bosco.
Gaya retorik Presiden Prabowo Subianto ala Bung Karno, lanjut Don Bosco, mungkin disukai generasi lama karena mungkin semata alasan nostalgia, tapi untuk generasi baru yang tidak ada keterikatan perasaan dan pikiran dengan zaman saat itu tentu sudah sangat tidak efektif dan relevan.
“Bagaimana sesorang seharusnya gaya komunikasi? Tentu harus memisahkan bahasa kampanye atau bahasa kerja. Ketika orang lagi kampanye boleh bahasanya boleh seperti itu (meledak-ledak) tapi Ketika berbicara bahasa kerja ya harus menyampaikan fakta apa yang dikerjakan,” kata Don Bosco.
Nah, buat Kawan Tutur jangan lupa untuk menyaksikan program perdana editorial Tutur PoV yang akan tayang di akun Youtube Tutur TV pada hari ini Minggu 3 Mei 2026 pukul 19.00 WIB dengan ulasan jernih dan mandalam dari Don Bosco Selamun.

