Tabanan (tutur.co.id) – Negah Susana Yasa (61) menjadi saksi terakhir yang melihat Made Dibya (84) sebelum pria lanjut usia itu dinyatakan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Tabanan pada Sabtu, 25 April 2026 sekitar pukul 14.00 WITA.
Yasa ikut dalam perjalanan yang sama dengan korban. Oleh sebab itu ia dimanfaatkan Tim SAR Bali menjadi petunjuk pencarian korban yang melibatkan TNI/Polri, instansi pemerintah, perangkat desa, relawan, masyarakat setempat dan kelurga korban.
Namun setelah pencarian selama sepekan, Tim belum juga membuahkan hasil lantaran terdapat beberapa kendala di medan Gunung Batukaru, sehingga membuat Tim kesulitan menjangkau area titik terakhir korban.
“Sampai pencarian terakhir hari ini, tim SAR gabungan belum menemukan indikasi korban ditemukan,” kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali, I Wayan Juni Antara, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 2 Mei 2026.
Susana Yasa dengan sukarela ikut tim SAR menunjukkan arah yang diingat menjadi tempat korban terakhir berada.
Namun meski niatnya tulus berharap korban ditemukan, hujan deras yang terus turun telah mengubah kontur tanah dan menutup jejak.
Sayangnya, hingga hari ketujuh pencarian, tidak ada satu pun tanda keberadaan Made Dibya yang ditemukan. Basarnas pun menghentikan operasi pencarian sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.

