Jakarta (tutur.co.id) – Tim Pengawas Haji DPR RI mengapresiasi kesiapan petugas yang dinilai semakin profesional menjelang puncak ibadah haji 1447 Hijriah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Apresiasi ini disampaikan usai rapat dengan Kementerian Haji dan Umrah di Makkah, Minggu 24 Mei 2026.
Ketua Timwas Haji 2026 DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengingatkan seluruh petugas untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Pasalnya, potensi padatnya jutaan jamaah dari berbagai negara bisa memicu situasi tidak terduga.
“Kita memastikan semua persiapan haji ini sudah selesai dan mudah-mudahan puncaknya nanti di Arafah ini. Hal-hal yang tidak terduga itu pasti saja karena beribu orang, bukan masyarakat kita saja,” ujar Cucun dikutip Antara, Senin 25 Mei 2026.
Timwas Haji menilai petugas kini lebih teliti dalam mengecek fasilitas jamaah, mulai dari kapasitas tenda hingga kelayakan tempat istirahat, bahkan, ketersediaan kasur diperiksa satu per satu.
“Dulu kita kadang-kadang dibilang oleh pemilik tenda syarikah isinya 100, padahal cuma 50. Sekarang betul-betul dicek secara ketat,” kata Cucun.
Ia menjelaskan pengawasan haji tahun ini dibagi dua tahap. Tahap pertama di Madinah telah resmi ditutup dengan hasil yang dinilai cukup luar biasa.
“Kita apresiasi penyelenggaraan haji yang cukup luar biasa. Ini adalah pencapaian perdana Kementerian Haji menyelenggarakan haji di tahun ini,” ucapnya.
Memasuki tahap pengawasan di Makkah, Timwas masih mencatat sejumlah catatan, terutama soal kelayakan fasilitas dan jarak pemondokan jamaah. Masukan ini akan menjadi acuan perbaikan pada musim haji mendatang.
Cucun berharap seluruh jamaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.
“Mohon doanya dari semuanya agar semuanya berjalan lancar, tidak ada suatu hal yang tidak kita inginkan, dan kita berharap semua jamaah haji bisa selamat, dan semuanya diterima amal ibadahnya,” ucapnya

