Washington DC (Tutur.co.id) – Seorang pejabat tinggi keamanan Amerika Serikat memilih mundur di tengah meningkatnya kontroversi terkait perang melawan Iran. Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS, Joseph Kent, menyatakan tidak lagi dapat mendukung kebijakan pemerintah yang menurutnya tidak memiliki dasar yang kuat.
Dalam surat pengunduran diri yang dipublikasikan pada Selasa (17/3), Kent menegaskan bahwa Iran tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap AS. Ia juga mempertanyakan alasan di balik pecahnya konflik tersebut.
“Iran tidak menimbulkan ancaman yang segera bagi negara kita, dan jelas bahwa perang ini dimulai akibat tekanan dari Israel dan lobi kuatnya di Amerika,” tulis Kent.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu kritik paling tajam yang muncul dari dalam lingkaran pemerintahan Presiden Donald Trump sejak konflik dengan Iran meningkat. Pengunduran diri Kent juga mencerminkan adanya perbedaan pandangan di internal komunitas intelijen terkait legitimasi operasi militer tersebut.
Sebagai pimpinan lembaga yang bertugas menganalisis ancaman terorisme global, posisi Kent dinilai sangat strategis. Keputusannya untuk mundur mengejutkan sejumlah pejabat keamanan dan berpotensi memicu tekanan politik baru terhadap Gedung Putih.
Sejumlah analis menilai pernyataan Kent memperkuat perdebatan yang selama ini berkembang mengenai dasar hukum dan intelijen dalam pengambilan keputusan perang. Dalam praktiknya, hukum di Amerika Serikat umumnya mensyaratkan adanya ancaman yang bersifat segera untuk membenarkan tindakan militer.
Hingga kini, pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait pengunduran diri tersebut. Namun, dinamika ini diperkirakan akan menjadi isu penting dalam pembahasan kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika Serikat dalam waktu dekat.

