Jakarta (tutur.co.id) – Kerusakan besar terlihat di sebuah pusat kesehatan primer di kota Bourj Qalaouiyeh, Lebanon, setelah dugaan serangan oleh militer Israel. Bangunan fasilitas kesehatan tersebut mengalami kerusakan parah, sementara proses pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di lokasi kejadian.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut sedikitnya 12 tenaga kesehatan tewas dalam serangan tersebut, termasuk dokter, paramedis, dan perawat yang sedang bertugas. Kepala World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, juga mengonfirmasi jumlah korban tersebut dan menyatakan keprihatinannya atas serangan terhadap fasilitas kesehatan di tengah konflik yang terus berlangsung di kawasan.
