Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Health»Tak Hanya Satu, Ini 4 Strain Hantavirus Utama yang Beredar di Dunia

Tak Hanya Satu, Ini 4 Strain Hantavirus Utama yang Beredar di Dunia

Health Galuh Parantri12 Mei 2026 / 14:07 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id)- Hantavirus ternyata tidak hanya terdiri dari satu jenis virus saja. Di berbagai belahan dunia, terdapat sejumlah strain hantavirus dengan karakteristik, tingkat keparahan, hingga wilayah persebaran yang berbeda-beda.

Beberapa strain lebih banyak ditemukan di kawasan Asia, sementara lainnya dominan di Amerika maupun Eropa. Masing-masing juga memiliki reservoir hewan pengerat berbeda yang menjadi sumber utama penularan ke manusia.

Guru Besar dan Ahli Virologi Universitas Udayana, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Mahardika, menilai perhatian dunia terhadap hantavirus meningkat karena virus zoonosis memiliki potensi terus berevolusi.

“Dunia mulai menyadari bahwa banyak pandemi besar lahir dari virus yang pada awalnya dianggap terbatas dan lokal,” tulis I Gusti Ngurah Mahardika dalam artikel opini Hantavirus dan Bayang-Bayang Pandemi Baru.

Berikut empat strain hantavirus utama yang dikenal di dunia:

Sin Nombre Virus, Dominan di Amerika Utara
Sin Nombre Virus dikenal sebagai salah satu strain hantavirus utama di Amerika Utara, terutama di Amerika Serikat dan Kanada. Virus ini pertama kali mendapat perhatian luas setelah wabah pada 1993 di wilayah Four Corners, Amerika Serikat.

Reservoir utama virus ini adalah tikus rusa atau deer mouse. Penularan terjadi melalui paparan urine, feses, maupun debu yang terkontaminasi ekskreta hewan pengerat.

Sin Nombre Virus dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yaitu gangguan pernapasan berat yang memiliki tingkat fatalitas cukup tinggi.

I Gusti Ngurah Mahardika menilai ancaman zoonosis seperti hantavirus perlu dipantau serius karena kemampuan virus untuk beradaptasi selalu berkembang. “Banyak pandemi besar pada awalnya tampak kecil, lokal, dan tidak terlalu mengkhawatirkan,” tulisnya.

Andes Virus, Strain yang Bisa Menular Antar Manusia
Andes Virus banyak ditemukan di wilayah Amerika Selatan, terutama Argentina dan Chile. Strain ini menjadi perhatian khusus karena memiliki kemampuan penularan antarmanusia, sesuatu yang jarang ditemukan pada hantavirus lain.

Baca Juga  Sejarah Hari Buruh Disebut May Day, Simbol Perjuangan!

“Andes virus menjadi perhatian besar karena terbukti mampu melakukan penularan antarmanusia,” ujar I Gusti Ngurah Mahardika. Meski transmisinya belum secepat influenza atau COVID-19, kemampuan tersebut membuat Andes Virus menjadi salah satu strain yang paling diwaspadai dalam epidemiologi modern.

Virus ini juga dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome dengan gejala berat pada sistem pernapasan.

Puumala Virus, Banyak Ditemukan di Eropa
Puumala Virus banyak tersebar di kawasan Eropa, khususnya Eropa Utara dan Tengah seperti Finlandia, Swedia, hingga Jerman.

Virus ini dibawa oleh bank vole atau tikus hutan kecil. Dibanding beberapa strain lain, Puumala Virus umumnya menyebabkan gejala yang lebih ringan, meski tetap dapat memicu gangguan ginjal.

Kasus infeksi Puumala Virus cukup rutin ditemukan di negara-negara Eropa yang memiliki empat musim dan populasi rodensia tinggi.

Menurut I Gusti Ngurah Mahardika, kondisi lingkungan dan interaksi manusia dengan hewan menjadi faktor penting dalam penyebaran hantavirus.

“Iklim, urbanisasi cepat, sanitasi yang belum merata, serta populasi tikus yang besar menciptakan lingkungan yang memungkinkan virus beredar secara diam-diam,” tulisnya.

Hantaan Virus, Banyak Ditemukan di Asia
Hantaan Virus dikenal sebagai strain hantavirus utama di kawasan Asia, terutama di China dan Korea. Virus ini pertama kali diidentifikasi di dekat Sungai Hantaan, Korea Selatan, yang kemudian menjadi asal namanya.

Strain ini dapat menyebabkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yaitu penyakit yang menyerang ginjal dan dapat memicu perdarahan.
Penularannya tetap berkaitan dengan paparan ekskreta tikus yang terinfeksi. Di sejumlah negara Asia, kasus Hantaan Virus menjadi perhatian kesehatan karena berkaitan dengan kepadatan penduduk dan lingkungan.

I Gusti Ngurah Mahardika mengingatkan bahwa ancaman terbesar hantavirus bisa muncul dari sirkulasi yang tidak terdeteksi.

Baca Juga  Airlangga Minta Himbara Tak Buru-Buru Naikkan Bunga Kredit Usai BI Rate Jadi 5,75%

“Dalam epidemiologi, fase senyap seperti ini justru sering menjadi bagian paling berbahaya karena virus berkembang di bawah radar pengawasan kesehatan,” tulisnya.

Karena itu, kewaspadaan terhadap hantavirus dinilai penting, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi kontak dengan hewan pengerat, hingga memperkuat pengawasan penyakit zoonosis di berbagai negara.

Hantavirus hantavirus di dunia headline strain utama
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePakaian Serba Putih Hiasi Ruang Sidang Putusan Ibrahim Arief
Next Article BEI Awasi Dugaan Fraud Telkom Indonesia, Investigasi SEC dan DOJ AS Meluas

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Dituding Jadi Provokator Perang Suku Papua, Gubernur Tabo Lapor Polisi

Toto Pribadi17 Mei 2026 / 19:14 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.