Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»Shinta Kamdani Soroti Dampak Rupiah Melemah, Misbakhun Desak Mitigasi Cepat

Shinta Kamdani Soroti Dampak Rupiah Melemah, Misbakhun Desak Mitigasi Cepat

Finance Gusti Tetiro16 Mei 2026 / 08:48 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai memberikan tekanan nyata terhadap dunia usaha nasional. Kalangan industri menilai kondisi tersebut meningkatkan biaya produksi, memperbesar beban kewajiban valas, hingga mempengaruhi keputusan investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, mengatakan pelaku usaha mulai memperkuat strategi mitigasi risiko guna menjaga stabilitas bisnis di tengah tekanan kurs.

Menurut Shinta, dampak paling terasa terjadi pada industri yang masih bergantung pada bahan baku impor dan pembiayaan berbasis dolar AS. Karena itu, perusahaan mulai meningkatkan penggunaan instrumen lindung nilai (hedging) serta melakukan penataan ulang struktur utang.

“Dari sisi antisipasi, memperkuat strategi manajemen risiko lebih komprehensif. Penggunaan instrumen lindung nilai terhadap fluktuasi nilai tukar ditingkatkan, disertai penataan struktur utang agar lebih seimbang,” ujar Shinta, Jumat (15/5/2026).

Selain penguatan manajemen risiko keuangan, perusahaan juga mulai melakukan efisiensi operasional melalui pengendalian belanja modal dan optimalisasi modal kerja agar arus kas tetap terjaga.

Shinta menambahkan sejumlah pelaku usaha kini mencoba melakukan diversifikasi pemasok dan mendorong substitusi impor guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku luar negeri. Namun, kemampuan industri domestik dalam menyediakan substitusi impor dinilai masih terbatas di banyak sektor.

Meski dunia usaha dinilai masih memiliki ruang adaptasi, tekanan eksternal yang semakin besar membuat proses penyesuaian bisnis berjalan tidak mudah. Karena itu, Apindo menilai koordinasi kebijakan antara pemerintah, otoritas moneter, dan sektor riil menjadi sangat penting.

“Dalam situasi tekanan eksternal cukup kuat dan ruang pelonggaran kebijakan relatif terbatas, sinergi antara kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil menjadi sangat krusial,” kata Shinta.

Baca Juga  Menkeu Purbaya Paparkan Kekuatan Ekonomi Indonesia di Depan Investor Global

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot pada Jumat (15/5/2026) melemah 67 poin atau 0,39% ke level Rp17.596 per dolar AS. Nilai tukar tersebut jauh di atas asumsi kurs APBN 2026 sebesar Rp16.500 per dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menilai tekanan terhadap rupiah terutama dipicu meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Selat Hormuz.

Menurut Ibrahim, konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran membuat harga minyak mentah dunia bertahan tinggi di kisaran US$100 per barel dan memicu penguatan dolar AS secara global.

“Kita melihat pada saat libur, dua hari ini, memang suatu ujian bagi Indonesia. Ada beberapa tensi geopolitik yang terus memanas terutama adalah di Selat Hormuz, antara AS dengan Iran,” ujar Ibrahim.

Ia menambahkan ketegangan geopolitik turut diperparah oleh meningkatnya sensitivitas pasar terhadap jalur distribusi minyak dunia. Kondisi tersebut membuat harga energi naik dan mendorong pelemahan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain faktor geopolitik, pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping juga dinilai meningkatkan volatilitas pasar keuangan global.

Di sisi domestik, Ibrahim menilai ruang intervensi Bank Indonesia relatif terbatas selama periode libur panjang karena bank sentral hanya dapat melakukan intervensi melalui pasar internasional.

Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mendesak pemerintah dan Bank Indonesia segera memperkuat langkah mitigasi guna meredam tekanan nilai tukar rupiah.

Menurut Misbakhun, pelemahan rupiah berpotensi memicu imported inflation yang dapat meningkatkan biaya produksi dan harga barang konsumsi masyarakat.

“Kalau pelemahan rupiah ini tidak dimitigasi dengan cepat, dampaknya bisa langsung terasa ke biaya produksi, harga barang impor, sampai harga kebutuhan masyarakat,” ujar Misbakhun.

Baca Juga  Salat Jenazah Akbar Ali Khamenei, Ratusan Ribu Pelayat Kepung Masjid Mosalla!

Komisi XI DPR meminta Bank Indonesia terus menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi terukur di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun pasar Surat Berharga Negara (SBN).

Selain itu, DPR juga mendorong optimalisasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) agar pasokan dolar AS di dalam negeri tetap terjaga di tengah meningkatnya tekanan global.

Misbakhun menekankan pentingnya koordinasi kebijakan fiskal dan moneter agar pelemahan rupiah tidak berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat maupun sektor industri padat karya.

“Momentum pertumbuhan ekonomi yang sudah terbangun ini harus dijaga bersama. Karena itu respons kebijakan tidak boleh lambat dan harus benar-benar terkoordinasi,” katanya.

apindo headline Misbakhun rupiah melemah Shinta Kamdani
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleAirlangga dan PM Belarus Bahas Penguatan Perdagangan hingga Ketahanan Pangan
Next Article Rekomendasi Tanaman Hias Mini untuk Redakan Stres di Rumah

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Perusak Lingkungan Harus Ditindak Jika Tak Ingin Terjadi Malapetaka Nasional

Deba Salamah05 Januari 2026 / 20:04 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.