Jakarta (tutur.co.id) – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya wajib mengambil peran sebagai bagian dari solusi, terutama saat berada dalam pemerintahan bersama Presiden Prabowo Subianto.
“Demokrat bersama Presiden Prabowo harus menjadi bagian dari solusi, bagian dari progres. Sudah banyak masalah yang dihadapi bangsa ini, jangan ditambah lagi oleh kita semua,” kata SBY saat perayaan Natal Nasional Partai Demokrat di Jakarta, Senin (12/1/2026)..
Menurut SBY, Indonesia saat ini menghadapi persoalan yang kompleks. Oleh karena itu, Partai Demokrat yang menjadi bagian dari koalisi pemerintahan harus mampu berkontribusi nyata dalam mencari jalan keluar dan solusi dari berbagai tantangan tersebut.
Sebagai salah satu elemen bangsa, Presiden ke-6 RI tersebut menyebut wajib hukumnya bagi Demokrat untuk mengabdi kepada negara, sebagaimana tekad yang dicanangkan sejak partai berdiri 25 tahun lalu yakni meneguhkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Negara yang kita bangun adalah negara yang aman dan damai, negara yang adil, negara yang sejahtera, demokrasinya hidup, lingkungannya terjaga dengan baik,” ucap dia.
Dia mengatakan Indonesia memiliki cita-cita besar, yakni menjadi negara maju dan bangsa yang semakin teguh. Namun, SBY mengingatkan bahwa perjalanan menuju cita-cita besar tersebut tidaklah mudah dan akan diwarnai tantangan yang berat.
“Seberat apa pun, selalu ada solusi. Demokrat harus yakin bahwa kita dengan kebersamaan, dengan visi bersama, dengan kepemimpinan yang efektif bisa membangun hari esok yang lebih baik. Kita harus bekerja sekuat tenaga,” ucap SBY..
SBY menutup pidatonya dengan mengutip peribahasa yang sarat makna, menekankan pentingnya upaya dan keyakinan dalam menghadapi kesulitan. SBY mengimbau kader Demokrat untuk bekerja lebih keras lagi.
“Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu dalam arti berupaya, kemudian insyaallah kita akan bahagia di akhirnya nanti. Percayalah kalau ada kemauan ada jalan, if there is a will, there is a way,” pungkasnya.

