Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Rupiah Melemah ke Level Terendah, BI Pastikan Stabilitas Terjaga

Rupiah Melemah ke Level Terendah, BI Pastikan Stabilitas Terjaga

Market Gusti Tetiro14 Januari 2026 / 11:14 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah menuju titik terendah sejak awal tahun. Rupiah ditutup pada Rp 16.860 per dolar AS pada perdagangan 13 Januari 2026, terdepresiasi 1,04% year-to-date (ytd), menyusul tekanan pasar global yang meningkat.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), Erwin G. Hutapea, menjelaskan, pelemahan rupiah banyak dipicu oleh eskalasi tensi geopolitik, kekhawatiran atas independensi bank sentral di negara maju, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed, bersamaan dengan meningkatnya permintaan valuta asing domestik.

“Tekanan tersebut mendorong rupiah melemah, namun masih sejalan dengan pergerakan nilai tukar regional. Contohnya, won Korea melemah 2,46% dan peso Filipina turun 1,04%,” ujar Erwin dalam keterangan resmi, Rabu (14/1/2026).

Meski demikian, BI menegaskan akan konsisten menjaga stabilitas rupiah melalui berbagai instrumen, termasuk intervensi NDF di pasar offshore di Asia, Eropa, dan Amerika, serta transaksi spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar domestik.

Selain itu, masuknya aliran modal asing ke instrumen Sekuritas rupiah BI (SRBI) dan pasar saham, yang tercatat neto Rp 11,11 triliun pada Januari 2026, turut mendukung stabilitas nilai tukar. “Hal ini sejalan dengan persepsi investor global terhadap Indonesia yang tetap positif, tercermin dari premi risiko CDS 5 tahun yang rendah, sekitar 72 bps,” tambah Erwin.

Ketahanan eksternal Indonesia juga tetap solid, tercermin dari cadangan devisa akhir Desember 2025 sebesar US$ 156,5 miliar, setara 6,4 bulan impor, yang cukup sebagai buffer menghadapi tekanan pasar global.

Erwin menekankan, BI akan terus berada di pasar untuk memastikan rupiah bergerak sesuai nilai fundamental serta menjaga mekanisme pasar yang sehat. Bank sentral juga akan mengoptimalkan instrumen operasi moneter pro-market, memperkuat transmisi kebijakan moneter, dan menjaga kecukupan likuiditas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sekaligus pencapaian sasaran inflasi.

Baca Juga  Pasar Merespons Positif Naiknya BI-Rate, Ujian Berikutnya Pulihkan Kepercayaan Investor
Dollar AS Moneter Rupiah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous Article[LIVE] Pernyataan Pers Tahunan 2026, Menlu Sugiono Sampaikan Kebijakan Luar Negeri RI
Next Article Musim Hujan, Tangkis Batuk Pilek dengan Ramuan Herbal Ini

Berita Lainnya

Menkeu Purbaya: Rupiah Melemah karena Faktor Global, Penguatan UMKM Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi

17 Juli 2026 / 09:55 WIB

IHSG Diproyeksikan Lanjut Menguat, Phintraco Rekomendasikan BBCA, ICBP, EXCL, TKIM, dan SMGR

17 Juli 2026 / 08:21 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.130, ANTM, ARTO, dan ARCI Jadi Rekomendasi BRI Danareksa

17 Juli 2026 / 07:58 WIB

Mirae Asset: Peringkat BBB S&P Jadi Sentimen Positif, Namun Risiko Ekonomi Masih Membayangi

17 Juli 2026 / 05:24 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Rekomendasikan INCO, INDY, ISAT, dan OASA

17 Juli 2026 / 04:27 WIB

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas, ANTM hingga ISAT Jadi Pilihan Trading Hari Ini

16 Juli 2026 / 08:39 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Festival Rodeo Masbateño Kembali Digelar, Tampilkan Budaya Peternakan Sapi di Filipina

Kristo Suryokusumo16 April 2026 / 09:00 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.