Jakarta (tutur.co.id) – Rally Dakar yang dulu dikenal dengan Paris Dakar merupakan sebagai salah satu ajang motorsport paling berat dan ekstrem di dunia reli sejak awal penyelenggaraannya puluhan tahun silam.
Rally Dakar sebagai ajang reli off-road paling ekstrem menguji ketahanan teknologi otomotif, baik dari sisi performa mesin maupun keandalan kendaraan di kondisi lintasan dan cuaca ekstrem. Tahun ini, Rally Dakar digelar di Arab Saudi.
Ajang yang bergulir pada 3–17 Januari ini menghadirkan lintasan ribuan kilometer yang melewati gurun pasir, jalur berbatu, serta suhu tinggi. Karakter tersebut menjadikan setiap etape sebagai ujian konsistensi teknologi dalam bekerja maksimal selama lebih dari dua pekan perlombaan.
“Dakar menjadi ajang pembuktian karena seluruh performa diuji secara nyata di kondisi ekstrem, bukan melalui simulasi,” kata Managing Director PT Motul Indonesia Energy Welmart Purba dalam keterangan tertulis yang diterima tutur.co.id pada Jumat (9/1/2026).
Pada Dakar 2026, sejumlah mitra teknis terlibat mendukung tim dan pembalap di berbagai kategori lomba. Dukungan teknis di ajang ini kerap dijadikan tolok ukur industri otomotif karena mencerminkan performa kendaraan dalam tekanan ekstrem jangka panjang.
Salah satu kategori yang kembali menjadi sorotan adalah kelas Original by Motul, yakni kategori bagi peserta yang berkompetisi tanpa dukungan kru teknis. Kelas ini dikenal menguji ketangguhan mandiri karena pembalap harus merawat dan memastikan kendaraan mereka tetap berfungsi sepanjang reli.
Rally Dakar 2026 mendapat perhatian publik Indonesia karena ada sosok Julian Johan atau Jejelogy. Kehadirannya menandai kembalinya Indonesia ke ajang Dakar setelah absen 14 tahun. Jejelogy menjalani debutnya di Dakar bersama co-driver asal Prancis, Mathieu Monplaisi.
Bagi Motul Indonesia, keterlibatan Jejelogy memiliki nilai strategis, tidak hanya dari sisi kompetisi, tetapi juga sebagai representasi kehadiran pembalap Indonesia di ajang motorsport global.
“Ketika pembalap Indonesia berani tampil di Dakar, ini menunjukkan bahwa standar performa dunia juga relevan bagi pasar dalam negeri,” ujar Welmart.

