Jakarta (tutur.co.id) – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan pentingnya solidaritas nasional di momen Natal 2025, di tengah meningkatnya dampak bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Natal adalah momentum kasih, harapan, dan kepedulian terhadap sesama. Pada saat yang bersamaan, bangsa kita juga tengah diuji oleh bencana alam yang membawa duka dan tantangan bagi saudara-saudari kita di Sumatera,” kata Presiden Prabowo dalam ucapan Natalnya di Jakarta, Rabu (24/12) malam.
Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia memperkuat semangat gotong royong dan saling menolong sebagai modal utama bangsa untuk bangkit dari krisis kemanusiaan akibat bencana.
“Marilah kita jadikan masa ini sebagai sumber pengharapan dan langkah untuk bangkit bersama,” ujar Prabowo.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Rabu (24/12), jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor di Sumatera meningkat menjadi 1.129 orang. Selain itu, 174 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
BNPB juga mencatat sebanyak 496.293 warga kini berada di pengungsian, dengan puluhan ribu rumah mengalami kerusakan berat hingga ringan. Proses evakuasi dan penyaluran bantuan darurat terus dilakukan di wilayah terdampak.
Pemerintah memastikan penanganan darurat bencana tetap menjadi prioritas, termasuk pencarian korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, serta percepatan pemulihan pascabencana.

