Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Politik»Prabowo: Masih Ada Ratusan Triliun Kekayaan Negara yang Harus Diselamatkan

Prabowo: Masih Ada Ratusan Triliun Kekayaan Negara yang Harus Diselamatkan

Politik Deba Salamah14 Mei 2026 / 06:30 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden Prabowo Subianto menghadiri penyerahan hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (Tutur.co.id) – Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah masih menghadapi pekerjaan besar dalam menyelamatkan kekayaan negara yang nilainya mencapai ratusan hingga ribuan triliun rupiah. Kekayaan tersebut, menurut dia, selama ini hilang akibat praktik pencurian dan perampasan aset negara.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara dan lahan kawasan hutan di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5). Dalam kesempatan tersebut, pemerintah melaporkan penyelamatan aset dan denda administratif senilai lebih dari Rp10 triliun.

Prabowo menegaskan capaian yang telah diperoleh saat ini baru sebagian kecil dari potensi kekayaan negara yang masih harus diamankan.

“Perjuangan masih susah, masih ratusan triliun, masih ribuan triliun yang harus kita selamatkan,” ujar Prabowo.

Menurut dia, langkah penyelamatan kekayaan negara penting dilakukan agar hasil sumber daya alam dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat. Prabowo menilai praktik aliran dana hasil ekspor ke luar negeri menjadi salah satu persoalan yang harus dibenahi.

“Tidak mungkin hidup baik, hidup sejahtera kalau kekayaannya diambil tiap hari,” kata Prabowo.

Presiden juga menegaskan pemerintah akan terus memperkuat penegakan hukum dan institusi yudikatif untuk mendukung upaya penyelamatan aset negara. Ia menilai keberhasilan menjaga kekayaan negara akan berdampak langsung pada pembangunan fasilitas publik dan kesejahteraan rakyat.

Selain itu, Prabowo meminta aparat penegak hukum dan lembaga peradilan menjaga integritas dalam menangani berbagai kasus yang berkaitan dengan kerugian negara. Menurut dia, masyarakat saat ini semakin kritis dalam menilai proses penegakan hukum.

Pemerintah sebelumnya melaporkan total penyelamatan aset negara yang telah dilakukan hingga saat ini mencapai sekitar Rp40 triliun. Dana tersebut disebut akan diarahkan untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik di berbagai daerah.

Baca Juga  Brasil vs Maroko: Duel Favorit Juara Kontra Kuda Hitam Piala Dunia 2026
headline Kejaksaan Agung Kekayaan Negara Presiden Prabowo Subianto
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleManajemen MU Jadwalkan Pertemuan dengan Michael Carrick
Next Article KSP Temukan Dua SPPG Bermasalah di Jakarta Barat, BGN Beri Sanksi Penangguhan

Berita Lainnya

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB
Form Komentar Cancel Reply

4 Tahun Luput dari Radar KPK, Begini Cara Silmy Karim Dkk Sembunyikan Uang Pemerasan

Ahmad Nuryaman06 Juni 2026 / 19:13 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.