Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»Potensi Ekonomi Mudik Lebaran 2026 Capai Rp417 Triliun, Ditopang Kelas Menengah

Potensi Ekonomi Mudik Lebaran 2026 Capai Rp417 Triliun, Ditopang Kelas Menengah

Makro Toto Pribadi17 Maret 2026 / 17:53 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Outfit casual mudik lebaran (Foto: tutur/ Ilustrasi AI)
Outfit casual mudik lebaran (Foto: tutur/ Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (Tutur.co.id) – Tradisi mudik Lebaran dipastikan menjadi salah satu penopang utama perputaran ekonomi nasional. Lonjakan mobilitas masyarakat dalam waktu singkat mendorong peningkatan konsumsi yang berdampak luas terhadap berbagai sektor ekonomi.

Lembaga Riset Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) memprediksi bahwa potensi ekonomi mudik pada Ramadan 2026 diperkirakan berada pada kisaran Rp347,67 triliun dalam skema moderat hingga Rp417,20 triliun dalam skema optimistis.

Perhitungan ini menggunakan pendekatan berbasis desil, yakni pembagian masyarakat ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan tingkat pengeluaran, mulai dari kelompok 10 persen terbawah hingga 10 persen teratas. Pendekatan ini digunakan untuk membaca lebih dalam pola partisipasi mudik dan perilaku konsumsi masyarakat.

Dengan asumsi jumlah penduduk Indonesia sekitar 281 juta jiwa, IDEAS memperkirakan sekitar separuh populasi akan melakukan mudik. Namun, partisipasi tersebut tidak merata. Pada kelompok desil terbawah, tingkat partisipasi diperkirakan sekitar 40 persen, sedangkan pada kelompok desil tertinggi dapat mencapai 60 persen.

Peneliti IDEAS Agung Pardini menilai, perbedaan ini menunjukkan bahwa kemampuan ekonomi masih menjadi faktor penentu utama dalam keputusan mudik.

“Semakin tinggi tingkat pendapatan, semakin besar peluang seseorang untuk berpartisipasi dalam mudik. Ini mencerminkan bahwa mudik bukan hanya tradisi sosial, tetapi juga aktivitas ekonomi yang sangat dipengaruhi oleh kapasitas daya beli,” ujar Agung Pardini dalam keterangan tertulisnya pada Selasa, (17/03/2026).

Dari sisi pengeluaran, kesenjangan antar kelompok terlihat cukup tajam. Rata-rata pengeluaran bulanan antara desil terbawah dan tertinggi tercatat berbeda hampir sepuluh kali lipat. Namun, ketika dikonversi menjadi pengeluaran mudik, pola yang muncul justru berbanding terbalik secara proporsi.

Kelompok berpendapatan rendah mengalokasikan porsi yang jauh lebih besar dari pengeluarannya untuk mudik, yakni sekitar 200 persen dari konsumsi bulanan, sementara pada kelompok atas hanya sekitar 120 persen.

Baca Juga  Usai Rapat dengan Pengusaha dan Petani, Amran Pastikan Harga TBS Pulih 100%

“Kelompok bawah cenderung harus mengorbankan porsi pendapatan yang jauh lebih besar untuk bisa mudik. Secara nominal mereka membelanjakan lebih kecil, tetapi secara beban ekonomi justru lebih berat,” kata Agung.

Ketika jumlah pemudik dan besaran pengeluaran per kapita dikombinasikan, kontribusi ekonomi terbesar justru datang dari kelompok menengah hingga atas. Dalam skema moderat, kelompok desil 6 hingga desil 10 menjadi penyumbang utama terhadap total potensi ekonomi mudik.

Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi mudik tidak semata ditentukan oleh jumlah pergerakan masyarakat, tetapi juga oleh daya beli, terutama dari kelas menengah yang semakin dominan dalam struktur ekonomi nasional.

Meski demikian, temuan ini juga menegaskan masih adanya ketimpangan yang cukup lebar antar kelompok pendapatan. Pada kelompok berpendapatan tinggi, biaya mudik per kapita dapat mencapai lebih dari lima kali lipat dibandingkan kelompok terbawah.

Di tengah ketimpangan tersebut, potensi ekonomi mudik tetap menjadi indikator bahwa daya beli masyarakat relatif terjaga. Lonjakan konsumsi selama periode Lebaran menciptakan efek berantai yang luas, mulai dari peningkatan permintaan barang dan jasa, aktivitas produksi, hingga penyerapan tenaga kerja.

Dampak ini tidak hanya dirasakan di daerah tujuan mudik, tetapi juga di daerah singgah dan kawasan wisata yang dilalui pemudik.

“Mudik menciptakan efek pengganda yang luas dalam perekonomian. Aktivitas ekonomi bergerak dari kota ke daerah, menghidupkan sektor perdagangan, transportasi, hingga usaha mikro di berbagai wilayah,” ujar Agung.

Lebih jauh, pergerakan mudik juga berperan sebagai mekanisme redistribusi ekonomi antarwilayah. Pendapatan yang diperoleh di pusat-pusat ekonomi perkotaan mengalir kembali ke daerah asal, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Dalam konteks ini, mudik tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga instrumen ekonomi informal yang memperkuat pemerataan dan menggerakkan ekonomi domestik, khususnya pada kuartal pertama 2026.

Baca Juga  Garda Revolusi Iran Tegaskan Akan Terus Balas Serangan AS dan Israel
headline Lebaran lebaran 2026 libur lebaran Mudik
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRupiah Stagnan di Rp16.997, Sentimen Datang dari Perang, Kebijakan The Fed dan Suku Bunga BI
Next Article Awasi SPPG Nakal, BGN Gandeng Jamintel Kejaksaan

Berita Lainnya

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Rebutan Hotel Sultan, Pemerintah: Kami Tinggal Tunggu Perintah Eksekusi

Toto Pribadi21 Februari 2026 / 17:20 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.