Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Health»Polemik Susu Formula di Menu MBG, Dokter Ungkap Risiko pada Bayi dan Ibu

Polemik Susu Formula di Menu MBG, Dokter Ungkap Risiko pada Bayi dan Ibu

Health Ridzka Putri Ananda21 Mei 2026 / 17:10 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi ibu menyusui ASI (Foto: Tutur/IDAI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Polemik soal menu susu formula dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan ramai dibahas publik menyusul beredarnya surat terbuka dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Banyak pihak mempertanyakan apakah pemberian susu formula pada bayi dan anak memang benar-benar diperlukan, terutama bagi bayi yang masih berada di masa menyusui.

Di tengah perdebatan, sejumlah tenaga kesehatan justru mengingatkan bahwa penggunaan susu formula tidak bisa dianggap sepele karena ada risiko jangka panjang yang perlu diperhatikan. Dokter dan pemerhati gizi masyarakat, Tan Shot Yen, menilai pemberian susu formula sebagai “suplementasi” ASI bisa membawa banyak konsekuensi jika dilakukan tanpa pertimbangan matang.

Menurutnya, salah satu risiko terbesar adalah bayi berhenti menyusu lebih cepat karena produksi ASI bisa terganggu. Peringatan serupa juga disampaikan oleh Raising Children Network, platform edukasi parenting dan kesehatan anak asal Australia. Dalam panduan mereka mengenai mixed feeding atau pemberian ASI yang dicampur dengan susu formula, disebutkan bahwa pemberian susu formula secara rutin bisa memengaruhi keberlangsungan ASI ibu.

“Regular mixed feeding might make it more difficult to keep breastfeeding because it can interfere with keeping up a good supply of breastmilk,” tulis Raising Children Network dalam panduan tersebut.

Maksudnya, ketika bayi mulai lebih sering mengonsumsi susu formula, frekuensi menyusu langsung ke ibu bisa berkurang dan produksi ASI ikut menurun. Hal ini yang kemudian dikaitkan dengan polemik menu susu formula dalam program MBG, karena banyak tenaga kesehatan khawatir suplementasi susu formula justru membuat proses menyusui eksklusif terganggu.

Selain itu, kapasitas lambung bayi usia 6-12 bulan yang masih sangat kecil juga menjadi perhatian. Dr.tan menjelaskan bayi yang menerima ASI, susu formula, dan MPASI sekaligus berisiko mengalami penurunan minat menyusu alami. Kondisi ini dikhawatirkan membuat manfaat ASI semakin berkurang, padahal ASI masih menjadi sumber nutrisi utama bagi bayi pada usia awal kehidupannya.

Baca Juga  Geger Agrinas Impor Pickup dari India, Begini Reaksi Istana

Dr.Tan juga menyoroti dampak susu formula terhadap sistem pencernaan bayi. Menurutnya, suus formula dapat memengaruhi keseimbangan probiotik alami dalam tubuh anak. Ia juga mengingatkan adanya risiko intoleransi laktosa, diare, hingga penolakan MPASI karena bayi menjadi lebih nyaman menggunakan dot dibanding belajar makan secara alami.

”Dot dan botol juga bisa menjadi sumber infeksi jika sterilisasi tidak dipahami dengan benar,” jelas dr. Tan.

Selain itu, penggunaan botol susu dalam jangka panjang disebut dapat meningkatkan risiko karies gigi dan jamur mulut pada bayi. Risiko lain yang jarang dibahas adalah berkurangnya bonding antara ibu dan anak karena proses menyusui langsung menjadi lebih sedikit.

Di tengah polemik ini, poster kampanye dari WHO kembali ramai dibagikan di media sosial. Poster tersebut bertuliskan, “Masa depan bayi Anda seharusnya lebih penting daripada bisnis apa pun.” WHO juga menyoroti bagaimana industri susu formula terus melakukan pemasaran agresif kepada orang tua dengan narasi bahwa produk mereka dapat menjadi solusi utama tumbuh kembang anak.

Perdebatan soal susu formula dalam program MBG akhirnya bukan cuma soal menu makanan tambahan, tapi juga soal edukasi kesehatan masyarakat. Banyak ahli menilai susu formula memang bisa dibutuhkan dalam kondisi tertentu, tetapi tidak dapat menggantikan manfaat ASI secara menyeluruh. Karena itu, isu ini diperkirakan masih akan terus menjadi perhatian publik dalam waktu dekat.

badan gizi nasional headline ikatan dokter anak indonesia (IDAI) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) susu formula
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKabar Gembira, Anggota Global Sumud Flotilla akan Dibebaskan Hari Ini
Next Article Elon Musk Kalah di Pengadilan, Platform X Didenda Rp7 Miliar

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

IHSG Anjlok 8%, Sentimen “Turun Kasta” MSCI Picu Trading Halt dan Aksi Jual Masif

Gusti Tetiro29 Januari 2026 / 10:06 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.