Jakarta (tutur.co.id)- PT Pertamina (Persero) kembali memperkuat komitmennya terhadap pengembangan industri nasional melalui penyelenggaraan Pertamina P3DN Summit 2026.
Ajang tersebut menjadi bagian dari upaya Pertamina mendorong Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), sekaligus memperluas kesempatan kerja dan memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima redaksi Tutur, Rabu (22/7/2026), implementasi P3DN di lingkungan Pertamina memberikan dampak ekonomi yang cukup besar.
Mengacu pada kajian independen Universitas Indonesia tahun 2025, implementasi P3DN Pertamina menghasilkan output ekonomi nasional sebesar Rp1.388,9 triliun dan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp772,9 triliun.
Program tersebut juga disebut mendukung penyerapan sekitar 4,47 juta tenaga kerja.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi kontribusi Pertamina dalam memperkuat fondasi perekonomian nasional. Ia menyebut Pertamina sebagai bedrock atau salah satu tumpuan perekonomian Indonesia.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pertamina atas kontribusi nyata ini,” ujar Airlangga.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan penyelenggaraan P3DN Summit 2026 sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Pemerintah, terutama dalam memperkuat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah industri, serta mewujudkan kemandirian ekonomi.
“Pertamina ingin menjadi lokomotif yang menggerakkan industri nasional menuju panggung global. Setiap investasi yang dilakukan harus mampu memperkuat kapasitas industri dalam negeri,” kata Simon.
Menurutnya, proyek energi yang dijalankan perusahaan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari fondasi kemandirian ekonomi Indonesia.
Sementara itu, Direktur Logistik & Infrastruktur Pertamina Jaffee Arizon Suardin mengatakan skala bisnis Pertamina yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir membuka peluang besar bagi peningkatan penyerapan produk dan jasa dalam negeri.
Melalui sinergi Holding, Subholding, hingga Anak Perusahaan, Pertamina mengoptimalkan belanja perusahaan agar memberikan dampak lebih luas terhadap industri nasional.
“Pertamina hadir bukan hanya sebagai pengguna produk dalam negeri, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi pertumbuhan industri nasional,” ujar Jaffee.
Ia menambahkan, peningkatan penyerapan produk lokal diharapkan mendorong perkembangan industri manufaktur, investasi, hingga penciptaan lapangan kerja baru.
Sepanjang 2025, realisasi belanja produk dalam negeri Pertamina tercatat mencapai Rp531,5 triliun. Angka tersebut meningkat 27,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Belanja infrastruktur operasional dan kegiatan pemeliharaan menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp309,6 triliun atau sekitar 58,2 persen dari keseluruhan realisasi. Sementara hingga Juni 2026, realisasi penyerapan belanja produk dalam negeri Pertamina telah mencapai Rp239,9 triliun.
Melalui P3DN Summit 2026, Pertamina mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, pelaku industri, dan UMKM untuk mempercepat transformasi industri nasional agar semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar global.

