Jakarta (tutur.co.id)- PT Pertamina (Persero) terus mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas hingga mampu bersaing di pasar global. Salah satu upayanya dilakukan dengan menghadirkan 12 UMKM binaan di ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 yang berlangsung di Trade Mart Building, Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, pada 21–24 Juli 2026.
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima redaksi, UMKM yang berpartisipasi bergerak di sektor makanan, minuman, hingga produk amenities. Kehadiran mereka di pameran internasional tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar sekaligus membuka peluang kerja sama dengan buyer dari industri perhotelan, restoran, dan kafe.
Salah satu peserta, Novio Fresh, mengaku mendapat manfaat besar dari program pembinaan Pertamina. Pemilik Novio Fresh, Retno Wulansari, mengatakan usahanya telah mengikuti berbagai program seperti PFpreneur, UMK Academy, hingga Pertamina Aggregator (PAG).
“Kami dibina Pertamina dari 2024, mulai dari PFpreneur, kemudian UMK Academy, kemudian yang terakhir kami PAG dan Alhamdulillah kami nomor satu untuk PAG-nya dan diberi kesempatan di sini,” ujar Retno. Menurutnya, dukungan Pertamina membantu pelaku UMKM memperluas pemasaran melalui berbagai pameran.
“Kami diikutsertakan pada event-event seperti ini yang membantu kami promosi marketing yang luar biasa. Kami tidak hanya jadi jago kandang, tapi kami bisa eksposur ke luar, memperluas market kami,” katanya.
Retno menambahkan, pada hari pertama pameran booth Novio Fresh telah dikunjungi banyak calon pembeli, termasuk buyer potensial yang membuka peluang kerja sama baru.
Pengalaman serupa dirasakan Didik Suryadi, pemilik Waroeng Kopi Kayumas, yang menjadi mitra binaan melalui Rumah BUMN Pertamina Situbondo. Ia mengungkapkan produknya telah dipromosikan Pertamina dalam berbagai pameran internasional, termasuk di Belanda dan Turki.
“Fasilitas yang diberikan Pertamina melalui pameran seperti ini memberikan kontribusi besar, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi kami untuk mempromosikan produk. Terima kasih Pertamina yang telah berperan menjadi fasilitator dan motivator bagi kami,” ujar Didik.
Produk kopi Waroeng Kopi Kayumas bahkan menarik perhatian pengunjung asal Amerika Serikat, Judd Hunter. Ia mengaku tertarik karena desain kemasan yang unik, keramahan pelayanan, serta cita rasa kopi yang dinilainya berkualitas.
Manager Small and Medium Enterprise Partnership Program (SMEPP) PT Pertamina (Persero), Fety, mengatakan seluruh UMKM yang diikutsertakan telah memiliki berbagai sertifikasi dan menawarkan produk unggulan, mulai dari madu, makanan olahan kering, kopi, Virgin Coconut Oil (VCO), hingga produk amenities yang digunakan di jaringan hotel, resor, dan spa.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan keikutsertaan UMKM binaan dalam FHI 2026 merupakan bagian dari upaya Pertamina mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli dari dalam maupun luar negeri.
“Dukungan yang diberikan Pertamina kepada UMKM binaan terpilih, mulai dari memberikan akses pemasaran, peningkatan kompetensi, pembinaan, pelatihan hingga pendampingan sertifikasi. Semoga semakin banyak UMKM Indonesia yang go global bersama Pertamina,” ujar Baron.

