Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Pertamina Gelar P3DN Summit 2026, Dorong Industri Nasional Bersaing di Pasar Global
  • Transfer Rodri ke Madrid Buka Jalan Manchester United Datangkan Tchouameni
  • Hari Anak Nasional 2026, PTK Ajak Anak Pesisir Bitung Belajar Jaga Ekosistem Laut
  • OPINI: “Love your people, Use your common sense!”: Sudaryono, Ben Mboi dan Anak NTT
  • Surat Dakwaan Dinyatakan Batal, Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa
  • Intip Spesifikasi dan Harga Terbaru Yamaha Aerox, Standar Versus Alpha
  • Saat Gubernur Mualem Terjun ke Sawah, Pulihkan Pertanian Aceh Pascabencana
  • Dari Sisi Ekonomi, Pemerintahan Dedi Mulyadi Dianggap Biasa Saja
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Opini»OPINI: “Love your people, Use your common sense!”: Sudaryono, Ben Mboi dan Anak NTT

OPINI: “Love your people, Use your common sense!”: Sudaryono, Ben Mboi dan Anak NTT

Opini Gusti Tetiro23 Juli 2026 / 16:08 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono ungkap pesan ke seluruh jajaran saat perdana datang ke kantor BGN. Rabu 22 Juli 2026. Foto: Tutur/Ahmad Nuryaman.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

“Love your people, Use your common sense!”: Sudaryono, Ben Mboi dan Anak NTT

 

Oleh: Agustinus Tetiro*

Dalam konferensi pers pertamanya sebagai kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Bilangan Kebon Sirih, Jakarta, kemarin (Rabu, 22/07/2026), Sudaryono dua kali mengutip ulang petuah Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) 1978-1988 Ben Mboi: Love your people, use your common sense! (Cintailah rakyatmu, gunakanlah akal sehatmu!). Petuah itu sebenarnya adalah pesan Ben Mboi, yang juga merupakan seorang dokter militer, kepada Prabowo Subianto pada suatu waktu amat penting di masa lalu.

Presiden Prabowo memandang Ben Mboi sebagai sahabat dan guru kehidupan. Dalam beberapa momen resmi, Prabowo biasanya mengulang petuah itu dengan tambahan kreatif, “First, love your people, and second, use your common sense, kau tidak akan meleset!”

Kita semua tahu bahwa Sudaryono adalah kader langsung dari Presiden Prabowo. Sementara itu, banyak dari kita mungkin belum tahu bahwa petuah atau nasihat bijak Ben Mboi kepada Prabowo yang dikutip ulang oleh Sudaryono itu adalah hasil perasan dari begitu banyak pengetahuan, pengalaman hidup dan refleksi mendalam atas semuanya.

Aloysius Benedictus Mboi (1935-2015) tampil mencolok pada tiga matra: dunia militer, kedokteran, dan politik praktis. Sebagai anggota dokter militer, Ben Mboi tercatat pernah ikut dalam Operasi Naga, bagian dari Operasi Trikora.

Pada 1964, ia menikah dengan Nafsiah Mboi, lalu keduanya dikirim ke Ende, Flores sebagai dokter. Nafsiah Mboi mengelola rumah sakit lokal berkapasitas 100 tempat tidur dan melayani 30 sampai 50 pasien sehari. Ia juga mendirikan klinik-klinik desa yang dikelola oleh perawat-perawat dan bidan. Untuk mengatasi keuangan klinik-klinik yang mereka bangun tersebut, ia memperkenalkan sistem program pra-bayar di tiap klinik dengan dukungan tahunan dalam bentuk komoditas yang sulit rusak seperti kacang dan jagung. Cara ini kemudian menjadi asuransi kesehatan pedesaan yang mungkin pertama di Indonesia.

Pada 1978, Ben Mboi dipilih menjadi Gubernur NTT menggantikan El Tari. Beberapa program unggulannya adalah: ONM (Operasi Nusa Makmur), Operasi Nusa Hijau (ONH) dan Operasi Nusa Sehat (ONS). Ben Mboi amat mencintai NTT dan begitu juga orang-orang NTT mengenang Ben Mboi sebagai bapak mereka, salah seorang pemimpin yang dikenal luas sebagai yang amat ramah sekaligus kharismatik dan yang tidak pernah berhenti belajar hingga usia tua. Konon, Ben Mboi belajar Bahasa Latin secara otodidak pada usia 70 tahun.

Baca Juga  Fenomena Home Bias dan Depresiasi Ekstrem Rupiah

Seperti Ben Mboi, Prabowo Subianto juga mendapatkan tempat khusus di dalam lubuk hati orang NTT, khususnya orang-orang Timor. Hal ini tentu saja berkaitan langsung dengan pengalaman hidupnya sebagai tentara yang pernah bertugas di Pulau Timor.

Dalam kunjungan pertamanya ke NTT sebagai presiden, Prabowo diterima layaknya anggota keluarga yang telah lama tidak pulang kampung. Presiden Prabowo membalas cinta dan keramahan itu dengan menjanjikan sejumlah proyek dan inisiatif pembangunan bagi anak-anak NTT. Termasuk, untuk mengenang guru dan sahabatnya Ben Mboi, Presiden Prabowo membangun sejumlah sarana publik dengan nama Ben Mboi, seperti sebuah perguruan tinggi di Belu dan rumah sakit di kota Kupang.

 

MBG Bagi Anak NTT

Sejak hari pertama kepemimpinannya di BGN, Sudaryono tegas menyatakan beberapa hal utama. Pertama, menyelesaikan semua masalah hukum terkait makan bergizi gratis (MBG) dengan menyerahkan kepada penegak hukum. Kedua, memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan MBG secara adil, terutama pada wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), seperti NTT. Ketiga, di hadapan wartawan dari berbagai media, Sudaryono memastikan komunikasi publik dan publikasi akan dibuat lebih transparan dan ramah bagi awak media dan semua elemen.

Kita mengapresiasi langkah awal Kepala BGN Sudaryono ini. Publik NTT tentu berharap, dengan dilantiknya Sudaryono sebagai kepala BGN yang baru, program MBG di seluruh negeri, khususnya di daerah 3T seperti NTT bisa diatur ulang agar mencapai tujuan mulia sesuai dengan apa yang dimaksudkan Presiden Prabowo.

Pernyataannya bahwa ada banyak manfaat MBG bagi pergerakan ekonomi warga berterima dengan program pemerintah provinsi (Pemprov) NTT yang sedang fokus pada pemberdayan ekonomi rakyat melalui sejumlah inisiatif yang berkaitan langsung dengan penguatan usaha kecil dan menengah (UKM), program satu kampung satu produk (One Village One Product/OVOP), sejumlah inisiatif dari TP PKK Pemprov NTT yang memberdayakan perempuan, khususnya ibu rumah tangga, dan lain-lain.

Baca Juga  Prabowo di WEF 2026: Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Tinggi, Siap Kejutkan Dunia

Saya melihat bahwa program MBG dari BGN dan program pemberdayaan ekonomi rakyat NTT bisa berjalan bersama, saling melengkapi, dan karena itu bisa semakin diperkuat. Hal ini beralasan, karena pada saat bersamaan, kepala BGN Sudaryono adalah juga ketua dewan pembina Tani Merdeka. Begitu juga dengan sejumlah organisasi strategis yang dipimpin Sudaryono, seperti Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), dan Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA).

Saya membayangkan, jika di NTT, BGN bisa bekerja sama dengan Pemprov dan pemerintah kabupaten (Pemkab) menyinergikan semua modal yang ada, maka mimpi menjadikan MBG di NTT sebagai pilot project dan percontohan melalui best practices adalah hal yang bisa diterapkan secara produktif dan kreatif. Bahan makanan dan lauk-pauk untuk MBG bisa dibeli dari petani lokal. Para petugas di dapur bisa diserap dari warga lokal. Dan sejumlah hal yang menghidupkan ekonomi daerah.

Saya yakin, sinergi BGN, Pemda, dan sejumlah pihak mampu merealisasikan semua niat baik ini. Pada giliriannya, program MBG bisa membawa banyak manfaat bagi warga lokal, terutama untuk memastikan ketersediaan gizi bagi anak dan senyuman di wajah mereka menatap masa depan Indonesia yang cerah.

Mengapa saya berani membayangkan sejauh itu? Sesungguhnya, ketika petuah Ben Mboi kepada Presiden Prabowo diulang oleh Sudaryono, maka orang NTT langsung memahami dalam suatu kerangka berpikir filosofis-etis orang Manggarai sebagai basis kultural Ben Mboi mengenai filosofi 5T: tinu (memelihara/menjaga), toing (mengajarkan/mendidik), titong (menuntun/memberi arah), teing (memberi/berbagi), dan toe tegi (tidak meminta/tidak mengharapkan imbalan).

Mencintai warga dan menggunakan akal sehat berarti memelihara, mendidik, menuntun, berbagi dan tidak mengharapkan imbalan!

Selamat bertugas, Mas Dar. Selamat Hari Anak Nasional. Love your people, use your common sense, kau tidak akan meleset!

 

*)Agustinus Tetiro, jurnalis, administrator Grup Wartawan NTT se-Dunia.

Ben Mboi BGN MBG NTT Prabowo Sudaryono
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSurat Dakwaan Dinyatakan Batal, Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa
Next Article Hari Anak Nasional 2026, PTK Ajak Anak Pesisir Bitung Belajar Jaga Ekosistem Laut

Berita Lainnya

Sudaryono Tegaskan MBG Mustahil Dihentikan: Tender Politik Presiden Prabowo

23 Juli 2026 / 11:16 WIB

Heboh Hubungan ‘Kakak Adik’ Nanik S Deyang dan Sudaryono, Jewer Kuping hingga Budenya Anak-anak

23 Juli 2026 / 10:08 WIB

Pesan Sudaryono ke Jajaran BGN: Evaluasi hingga Dukung Penegakan Hukum

22 Juli 2026 / 19:47 WIB

Tiba di Gedung BGN, Sudaryono: Datang ke Kantor Langsung Rapat

22 Juli 2026 / 18:16 WIB

Sah! Sudaryono Dilantik Presiden Prabowo Jadi Kepala BGN

22 Juli 2026 / 17:33 WIB

Mengenal Lebih Dekat Sudaryono Calon Kepala BGN Lahir dari Anak Petani

22 Juli 2026 / 14:44 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Shinta Kamdani Soroti Dampak Rupiah Melemah, Misbakhun Desak Mitigasi Cepat

Gusti Tetiro16 Mei 2026 / 08:48 WIB

Pertamina Gelar P3DN Summit 2026, Dorong Industri Nasional Bersaing di Pasar Global

23 Juli 2026 / 17:01 WIB

Transfer Rodri ke Madrid Buka Jalan Manchester United Datangkan Tchouameni

23 Juli 2026 / 17:00 WIB

Hari Anak Nasional 2026, PTK Ajak Anak Pesisir Bitung Belajar Jaga Ekosistem Laut

23 Juli 2026 / 16:15 WIB

OPINI: “Love your people, Use your common sense!”: Sudaryono, Ben Mboi dan Anak NTT

23 Juli 2026 / 16:08 WIB

Surat Dakwaan Dinyatakan Batal, Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa

23 Juli 2026 / 15:54 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.