Abu Dhabin (tutur.co.id) – Ketegangan kembali terjadi di Kawasan Teluk pada Senin 4 Mei 2026. Uni Emirat Arab mengklaim pertahanan udara mereka telah mencegat 15 rudal dan 4 drone Iran. Ini menjadi serangan pertama sejak gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran pada 8 April 2026 lalu.
Dalam pernyataan Kementerian Pertahanan UAE, seperti dilansir AA, dari 15 rudal yang berhasil dicegat terdiri dari 12 rudal balistik dan 3 rudal jelajah. Akibat serangan itu, dilaporkan tiga orang mengalami luka-luka.
Kementerian Pertahanan UAE juga menambahkan bahwa sejak dimulainya serangan AS ke Iran pada 28 Februari, pertahanan udara negara tersebut telah mencegat total sebanyak 578 rudal dan 2.260 drone milik Iran. Total 13 orang tewas dan 227 luka-luka.
Pada Senin pagi, kebakaran besar terjadi di Zona Industri Minyak Fujairah, pusat energi utama di pantai timur UEA, setelah menjadi sasaran drone yang diluncurkan dari Iran.
Pihak berwenang di Fujairah mengatakan tiga warga negara India terluka dengan luka sedang dan telah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.
Ketegangan regional meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel, serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan. Gencatan senjata kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditetapkan.
Sejak 13 April, Amerika Serikat telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz.

