Jakarta (tutur.co.id) – Sebuah tayangan video yang memperlihatkan aktivis dari Global Sumud Flotilla (GSF) mendapat perlakuan semena-mena dari militer Israel kini tengah beredar luas. Para aktivis itu dipaksa bersujud dengan tangan terikat dengan dikelilingi aparat Israel.
Dilansir dari Viory, Kamis 21 Maret 2026, para aktivis ini ditangkap pihak berwenang Israel saat tengah menjalankan misi kemanusiaan untuk Gaza. Ada sekitar 50 kapal dari Global Sumud Flotilla yang saat itu berusaha menembus blokade Israel yang beberapa diantaranya ditangkap armada laut Israel.
Usai penangkapan itu, pemerintah Israel lewat Menteri Transportasi Miriam Regev menuding bahwa armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla ini mendukung aksi teror. Ia menambahkan, para tahanan ini sekarang telah dipenjara.
“Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan kemanusiaan. Para pendukung teror ini telah dimasukkan ke penjara untuk sementara. Kami akan, tentunya mengirimkan mereka ke negara asalnya,” kata Miriam Regev.
Sebagai catatan, GSF sebelumnya mengatakan lebih dari 420 relawan yang terdiri dari 40 negara telah ditangkap pihak Israel hingga saat ini. Termasuk dengan beberapa WNI termasuk empat jurnalis asal Indonesia.
“Para aktivis kami mendapat perlakuan kekerasan setelah diculik secara ilegal saat berusaha menembus blokade di Gaza,” tulis pernyataan resmi dari Global Sumud Flotilla.
Namun hingga saat ini belum diketahui jelas apakah dalam video yang beredar itu ada keberadaan beberapa WNI termasuk empat jurnalis yang telah diculik beberapa waktu lalu.

