Jakarta (tutur.co.id) – Produsen otomotif terus berlomba untuk membuat mobil yang semakin aman bagi konsumennya. Namun di balik peningkatan teknologi keselamatan tersebut, sebuah studi terbaru mengungkap sisi lain yang cukup mengagetkan sekaligus mengkhawatirkan. Apa itu?
Penelitian yang dilakukan The New York Times, Rabu 24 Juni 2026, menemukan bahwa desain mobil modern membawa dampak serius bagi keselamatan pengguna jalan lainnya. Salah satu faktor utama yang disorot adalah tinggi kap mesin mobil yang terus meninggi. Kondisi ini membuat titik saat kecelakaan berada lebih tinggi dari pusat gravitasi tubuh manusia.
Akibatnya, korban tabrakan tidak lagi terdorong ke atas kap mobil seperti pada mobil generasi lama. Sebaliknya, mereka lebih sering terpental langsung ke permukaan jalan yang keras setelah tertabrak. Dan para peneliti menyebut kondisi ini meningkatkan risiko cedera fatal bahkan pada kecepatan yang relatif rendah.
Masalah lainnya datang dari desain pilar depan yang kini dibuat lebih tebal demi melindungi penumpang saat kendaraan terguling. Walaupun efektif meningkatkan keselamatan di dalam kabin, desain tersebut menciptakan titik buta yang lebih besar bagi pengemudi. Dalam situasi tertentu, pejalan kaki bisa saja tidak terlihat hingga terlambat untuk menghindari tabrakan dan akhirnya terjadi suatu hal yang tidak diingingkan.
Data yang dianalisis menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu inci tinggi kap mesin meningkatkan kemungkinan kematian pejalan kaki sekitar 2,8 persen. Para peneliti memperkirakan antara 2.600 hingga lebih dari 3.000 korban tabrak mungkin dapat diselamatkan dari rentang 2016 hingga 2024 jika ukuran kendaraan tetap seperti awal tahun 2000-an. Angka tersebut dianggap konservatif karena belum memasukkan kecelakaan yang terjadi di area parkir atau jalan pribadi.
Penelitian juga membandingkan pickup modern dengan model lama pickup generasi lama. Hasilnya menunjukkan titik buta pada beberapa model populer mengalami peningkatan signifikan. Bahkan pada Chevrolet Silverado, area yang tidak terlihat pengemudi hampir dua kali lebih besar dibanding generasi lamanya.
Temuan ini kembali memunculkan perdebatan mengenai arah perkembangan industri otomotif modern. Di satu sisi, kendaraan semakin aman bagi penumpangnya, tetapi di sisi lain keselamatan pejalan kaki dinilai belum mendapat perhatian yang sama. Kedepanya, para ahli berharap produsen dan regulator dapat menemukan keseimbangan antara perlindungan penumpang dan keselamatan seluruh pengguna jalan.

