Aceh Timur (tutur.co.id) – Operasi pencarian dan pertolongan korban bencana tanah longsor di Kampung Pasirkuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, telah memasuki hari keenam pada Kamis, 29 Januari 2026. Tim SAR gabungan tetap melanjutkan pencarian meski kondisi cuaca tidak menentu dan potensi longsor susulan masih tinggi.
“Sejak pagi hari, wilayah operasi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, visibilitas terbatas, serta kejenuhan tanah yang meningkat sehingga berpotensi memicu longsor susulan,” kata perwakilan tim SAR gabungan dalam keterangan pers di Posko Induk Penanggulangan Bencana.
Berdasarkan hasil asesmen keselamatan dan pemantauan lapangan, operasi SAR hari keenam dilaksanakan secara selektif dengan mengutamakan keselamatan personel. “Kegiatan pencarian hanya dilakukan pada waktu yang dinilai aman dan akan dihentikan sementara apabila terjadi peningkatan curah hujan atau perubahan kondisi lereng yang membahayakan,” ujarnya.
Memasuki siang hingga sore hari, tim SAR gabungan berhasil menemukan tiga korban di dua sektor pencarian. Pada pukul 13.21 WIB, satu bodypack ditemukan di sektor Worksite B1. Korban tersebut merupakan jenazah lama dan tidak dimasukkan dalam data korban longsoran, namun tetap dievakuasi untuk dimakamkan secara layak oleh pihak keluarga.
Selanjutnya, pada pukul 14.32 WIB dan 15.00 WIB, dua bodypack kembali ditemukan di sektor Worksite A1. Dengan demikian, total penemuan korban pada hari keenam operasi SAR mencapai tiga bodypack, terdiri atas dua di sektor A1 dan satu di sektor B1.
Hingga Kamis sore pukul 16.30 WIB, jumlah korban yang telah berhasil dievakuasi mencapai 55 bodypack, dengan estimasi jumlah korban sekitar 25 jiwa. Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) melaporkan bahwa proses identifikasi terus berlangsung.
“Per pukul 16.00 WIB, proses identifikasi telah mencapai 41 jiwa dari total 42 bodypack yang masuk tahap pemeriksaan terakhir, dan masih terus dilanjutkan secara intensif,” kata tim DVI.
Tim SAR gabungan memastikan proses serah terima jenazah yang telah teridentifikasi kepada keluarga korban terus dilakukan secara paralel. Operasi pencarian akan dilanjutkan secara bertahap dan terukur dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, stabilitas lereng, serta rekomendasi tim keselamatan di lapangan.
“Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar proses pencarian korban yang masih dinyatakan hilang dapat berjalan lancar dan seluruh personel SAR selalu diberikan keselamatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini,” ujar perwakilan tim SAR.

