Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»Garis Kemiskinan Naik, BPS Catat Perbaikan Tingkat Kemiskinan

Garis Kemiskinan Naik, BPS Catat Perbaikan Tingkat Kemiskinan

Makro Gusti Tetiro05 Februari 2026 / 20:33 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Seorang warga berdiri di depan rumah permukiman semi permanen, Muara Baru, Jakarta, Jumat (16/1/2026). Pemprov DKI Jakarta menargetkan penurunan angka kemiskinan di bawah 3 persen dengan jumlah 69,51 ribu hingga 167,27 ribu jiwa keluar dari garis kemiskinan pada 2030 melalui ketepatan program penyaluran manfaat yang didukung optimalisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/tom.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Badan Pusat Statistik (BPS) menetapkan garis kemiskinan nasional pada September 2025 sebesar Rp 641.443 per kapita per bulan. Angka ini naik dibandingkan periode sebelumnya dan menjadi penanda meningkatnya biaya hidup masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Jika dihitung dalam skala rumah tangga, garis kemiskinan tersebut setara dengan Rp 3.053.269 per bulan. Artinya, rumah tangga dengan pengeluaran di bawah angka itu masih dikategorikan miskin, meski berada sedikit di atas batas bertahan hidup.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, komponen terbesar penyusun garis kemiskinan masih berasal dari kebutuhan makanan. Dari total Rp 641.443 per kapita per bulan, sekitar 74,67% atau Rp 478.955 digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan, sementara sisanya Rp 162.488 untuk kebutuhan nonmakanan.

“Garis kemiskinan mencerminkan pengeluaran minimum untuk kebutuhan dasar agar seseorang tidak dikategorikan miskin,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Gedung BPS, Kamis (5/2/2026).

Perhitungan tingkat kemiskinan dilakukan melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dengan pendekatan pengeluaran rumah tangga. Pendekatan ini kerap menuai perdebatan karena dianggap belum sepenuhnya menggambarkan kualitas hidup masyarakat, meskipun secara metodologis telah digunakan secara konsisten oleh BPS.

Menurut Amalia, pengeluaran tidak selalu dilakukan secara individu. Pengeluaran untuk makanan jadi bisa dicatat atas nama perorangan, sementara biaya beras, sewa rumah, listrik, dan bahan bakar merupakan pengeluaran bersama dalam satu rumah tangga.

Jika dibandingkan dengan Maret 2025, garis kemiskinan nasional pada September 2025 naik 5,30%. Kenaikan ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan September 2024 yang mencapai 7,76%. Tren tersebut menunjukkan tekanan biaya hidup yang masih berlanjut, di tengah upaya pemulihan ekonomi.

Namun, di sisi lain, BPS mencatat penurunan tingkat kemiskinan. Pada September 2025, persentase penduduk miskin di perkotaan tercatat sebesar 6,6%, turun 0,13 poin persentase dibandingkan Maret 2025. Sementara di perdesaan, tingkat kemiskinan mencapai 10,72%, atau turun 0,31 poin persentase.

Baca Juga  Puncak Arus Mudik Terjadi, One Way Nasional Berlaku Hingga Jumat 20 Maret Pukul 24.00 WIB

Penurunan ini menimbulkan pertanyaan tersendiri: sejauh mana perbaikan angka kemiskinan tersebut benar-benar mencerminkan peningkatan kesejahteraan, ketika garis kemiskinan terus naik dan sebagian besar pengeluaran masyarakat masih terserap untuk pangan.

Amalia menegaskan, garis kemiskinan nasional merupakan rata-rata tertimbang dari garis kemiskinan provinsi, kota, dan desa. Perbedaan harga dan pola konsumsi di setiap daerah membuat standar kemiskinan tidak seragam.

“Setiap wilayah memiliki tingkat harga dan komoditas yang berbeda, sehingga garis kemiskinan antarprovinsi juga tidak sama,” ujarnya.

Kenaikan garis kemiskinan ini menjadi pengingat bahwa tantangan pengentasan kemiskinan tidak hanya soal menurunkan persentase penduduk miskin, tetapi juga memastikan daya beli dan kualitas hidup masyarakat benar-benar membaik, terutama bagi kelompok rentan yang hidup tepat di atas garis kemiskinan.

biaya hidup masyarakat data kemiskinan BPS garis kemiskinan nasional tingkat kemiskinan Indonesia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePertumbuhan Ekonomi 2025 Tembus 5,11%, Airlangga Ungkap Penyebab Tak Capai Target APBN
Next Article Mahfud MD: Presiden Prabowo Sudah Mau Mendengar, Rajin Panggil Orang

Berita Lainnya

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 08:57 WIB

Nanik S Deyang Tak Muncul, BGN Pamer Opini ‘Pujian’ dari BPK

17 Juli 2026 / 16:14 WIB

Kabar Baik! Bansos BPNT Triwulan III 2026 Mulai Cair Rp 600.000, Cek Syarat dan Penerimanya

17 Juli 2026 / 13:08 WIB

Dua Kali Disambut Sri Sultan di Yogyakarta, Menkeu Purbaya Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Inovasi Hijau

17 Juli 2026 / 13:01 WIB

Menkeu Purbaya: Rupiah Melemah karena Faktor Global, Penguatan UMKM Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi

17 Juli 2026 / 09:55 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Trump Tekan Iran: Bersikap Lebih Cerdas atau Tidak Ada Kesepakatan

Deba Salamah30 April 2026 / 04:00 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.