Teheran (tutur.co.id) – Negosiasi jilid 2 yang batal digelar di Islamabad Pakistan membuat suasana di Selat Hormuz kembali memanas. Terbaru, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) lewat sayap paramiliternya memulai serangan dengan menyerang sebuah kapal kontainer di Selat Hormuz.
Dilansir dari beberapa media Arab, Rabu 22 April 2026, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan sebuah serangan terhadap kapal kontainer pada pukul 7.55 pagi waktu setempat. Dilaporkan akibat serangan itu kapal mengalami kerusakan. Beruntung tak ada korban akibat serangan terbaru Iran ini.
Berita serangan terbaru ini juga ramai diberitakan kantor berita dalam negeri Iran. Media Fars menyebut serangan ini sebagai tindakan hukum untuk mengontrol Selat Hormuz yang menjadi lalu lintas dunia.
Meski Selat Hormuz sejatinya berada di bawah hukum internasional namun posisi Iran memang punya keuntungan geografis untuk mengendalikannya. Iran punya kemampuan cepat untuk melancarkan serangan lalu menghilang sehingga kekuatan militer AS dan sekutunya tak mampu menjaga keamanan bagi kapal-kapal yang melintas.
Serangan terbaru dari paramiliter Iran ini sejatinya telah diprediksikan mengingat batalnya pembicaraan damai AS dan Iran di Pakistan. Terlebih dengan berakhirnya gencatan senjata.

