Banyuwangi (Tutur.co.id) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan penumpang pada arus balik Lebaran, khususnya bagi pengguna jasa penyeberangan menuju Pulau Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menyampaikan bahwa hingga H+3 Lebaran 2026, operasional penyeberangan Ketapang–Gilimanuk masih berjalan normal tanpa kendala berarti. Meski demikian, pihaknya tetap diminta untuk siaga menghadapi kemungkinan peningkatan volume penumpang.
“Sejak H+1 hingga H+3 Lebaran penyeberangan berjalan normal. Namun, kami terus diingatkan untuk mewaspadai potensi lonjakan pemudik yang akan menyeberang ke Gilimanuk,” ujarnya di Pelabuhan Ketapang, Rabu (25/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa arus balik mulai menunjukkan peningkatan sejak H+1 Lebaran dan diperkirakan mencapai puncaknya pada periode 26 hingga 29 Maret 2026. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ASDP terus melakukan evaluasi operasional kapal feri serta pengaturan arus kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Sebagai bagian dari manajemen lalu lintas terpadu, ASDP juga menyiapkan buffer zone di kawasan Grand Watudodol dan Bulusan dengan kapasitas sekitar 900 kendaraan untuk mobil pribadi dan bus. Sementara itu, kendaraan logistik diarahkan ke Terminal Sritanjung, PT Pusri, dan Pelindo Tanjung Wangi yang mampu menampung sekitar 600 unit kendaraan.
Di area buffer zone tersebut, ASDP turut menyiapkan fasilitas makanan dan minuman bagi penumpang jika terjadi antrean panjang. “Kami berharap arus balik tetap berjalan lancar, aman, dan terkendali,” kata Yossianis.
Dalam dua hari terakhir, operasional penyeberangan masih terjaga dengan mengoperasikan 29 kapal feri dari total 55 armada yang tersedia. Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran 2026, pada H+2 Lebaran tercatat sebanyak 45.615 penumpang menyeberang dari Jawa ke Bali dalam 192 perjalanan. Angka ini meningkat dibandingkan H+1 yang mencapai 38.212 penumpang dengan 171 perjalanan.
Untuk menghadapi skenario kepadatan tinggi, khususnya ketika jumlah kendaraan di kantong parkir Pelabuhan Ketapang mencapai 972 unit, ASDP bersama sejumlah instansi terkait menyiapkan skema tiba bongkar berangkat (TBB).
Melalui skema ini, kapal yang tiba tidak perlu menunggu muatan dari Pelabuhan Gilimanuk, melainkan langsung kembali beroperasi. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penguraian antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang dan menjaga kelancaran arus balik.

