Bandar Abbas (tutur.co.id) – Perundingan antara Iran dengan Amerika Serikat yang mentok di masalah Selat Hormuz langsung memicu konsekuensi. Keduanya Kembali angkat senjata untuk saling serang. Kota pelabuhan Bandar Abbas jadi titik mulai aksi serang kembali.
Ya, militer Amerika Serikat telah melakukan serangan baru di Iran yang menargetkan sebuah situs militer yang menurut para pejabat menimbulkan ancaman bagi pasukan Amerika dan pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Serangan tersebut terjadi beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menolak klausa Iran tentang kesepakatan damai untuk memulihkan lalu lintas jalur perairan strategis dunia tersebut.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa militer AS telah menembak jatuh empat drone serang Iran dan menyerang stasiun kontrol darat di kota pelabuhan Bandar Abbas yang hendak meluncurkan drone kelimanya.
Sebaliknya, kantor berita Tasnim Iran mengutip sumber militer yang mengatakan bahwa Angkatan Laut Garda Revolusi Islam juga telah menembak kapal tanker minyak AS yang mencoba melintasi selat tersebut dan memaksa kapal itu untuk berbalik.
Sumber tersebut juga membenarkan bahwa militer AS lebih dulu menyerang lahan terbuka di sekitar Bandar Abbas. Namun dikabarkan tak ada korban jiwa atau kerusakan parah dari serangan militer AS itu.
Media Iran kemudian melaporkan bahwa seorang pejabat militer mengatakan empat kapal telah mencoba melintasi selat tersebut pada Kamis pagi, tetapi kemudian dihalau oleh tembakan peringatan yang diarahkan ke arah mereka.
Sebelumnya juga dikabarkan dalam rapat kabinet yang dihadiri media, Trump telah membantah laporan televisi Teheran yang menyatakan bahwa AS telah menerima laporan pengelolaan Selat Hormuz oleh Iran Bersama Oman.
Trump mengatakan tidak ada satu negara pun yang akan mengendalikan jalur air tersebut, dan tampaknya mengancam Oman, negara yang memiliki hubungan militer dan ekonomi selama beberapa dekade dengan Amerika Serikat.
“Tidak ada yang akan mengendalikan (selat). Ini perairan internasional dan Oman akan berperilaku seperti negara lain atau kita harus meledakkan mereka. Kalau mereka (Oman) mengerti itu maka mereka akan baik-baik saja,” kata Trump.
“Ini perairan internasional dan Oman akan berperilaku seperti negara lain atau kita harus meledakkan mereka. Mereka mengerti itu, mereka akan baik-baik saja.”
Trump sendiri juga telah meminta Arab Saudi, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, dan Yordania untuk bergabung dengan Kesepakatan Abraham yang menormalisasi hubungan dengan Israel sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Angkatan Laut Garda Revolusi Islam Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa 23 kapal termasuk kapal tanker minyak, kapal kontainer, dan kapal komersial lainnya melewati Hormuz dengan izin mereka dalam 24 jam sebelumnya, sebagian kecil dari 125 hingga 140 kapal setiap hari sebelum konflik.

