Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Pemerintah Australia: Cadangan Bensin Nasional Sekitar 36 Hari

Pemerintah Australia: Cadangan Bensin Nasional Sekitar 36 Hari

Internasional Deba Salamah16 Maret 2026 / 00:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi kapal di Selat Hormuz (Foto: Tutur/ Ilustrasi AI)
Ilustrasi kapal di Selat Hormuz (Foto: Tutur/ Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sydney (Tutur.co.id) – Pemerintah Australia menyatakan cadangan bahan bakar nasional berada dalam kondisi terkendali meski jumlahnya relatif terbatas. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Perubahan Iklim dan Energi Australia, Chris Bowen, dalam konferensi pers terkait pembaruan stok energi nasional.

Bowen menjelaskan bahwa Australia saat ini memiliki cadangan sekitar 36 hari pasokan bensin serta sekitar 29 hari pasokan bahan bakar jet. Sementara itu, cadangan diesel nasional tercatat mencapai sekitar 2,7 miliar liter.

Menurutnya, stok energi nasional saat ini mencakup sekitar 1,6 miliar liter bensin dan sekitar 800 juta liter bahan bakar jet yang tersebar di berbagai fasilitas penyimpanan energi di seluruh negeri.

Pemerintah Australia menegaskan bahwa secara keseluruhan pasokan bahan bakar nasional masih aman dan pengiriman impor tetap berjalan sesuai jadwal. Namun demikian, lonjakan permintaan yang tinggi di sejumlah wilayah telah memicu kekurangan sementara di beberapa daerah.

Bowen mengatakan kondisi tersebut terutama terjadi di kawasan pedesaan dan wilayah regional, di mana permintaan bahan bakar meningkat dalam waktu singkat.

Untuk mengantisipasi tekanan terhadap pasokan energi, pemerintah Australia juga mengumumkan sejumlah langkah darurat. Di antaranya adalah pelepasan sebagian cadangan bahan bakar strategis serta pelonggaran sementara standar kualitas bahan bakar agar lebih banyak pasokan dapat masuk ke pasar domestik.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran sektor transportasi, pertanian, dan distribusi logistik yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar.

Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global serta gangguan pada pasar energi internasional akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak dunia sekaligus meningkatkan kekhawatiran mengenai ketahanan energi di berbagai negara, termasuk Australia.

Baca Juga  Menhan AS Pete Hegseth Pecat Lebih dari Selusin Jenderal, Ada Nama Randy George

Pemerintah Australia mulai memberikan pembaruan rutin mengenai stok bahan bakar nasional sejak awal hingga pertengahan Maret 2026. Hal ini sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi di tengah meningkatnya tekanan pada pasar energi global.

Australia Bahan Bakar Chris Bowen Timur Tengah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous Article25 Persen Kendaraan Pemudik Sudah Tinggalkan Jakarta
Next Article Lonjakan Belanja Lebaran 2026, Dishub Surabaya Tertibkan Parkir di Kawasan Pertokoan

Berita Lainnya

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Gencatan Senjata Runtuh! Langit Kuwait dan Bahrain Mencekam

16 Juli 2026 / 22:58 WIB

Telah Keluar Perintah Iran untuk Houthi Yaman, Blokade Laut Merah!

16 Juli 2026 / 22:01 WIB

Tensi Kawasan Teluk Kembali Memanas, Dubes Yaman Sowan Anis Matta

15 Juli 2026 / 19:55 WIB

IRGC Masuk Daftar Teroris, Tentara Islam Iran Kecam Parlemen Inggris

15 Juli 2026 / 19:32 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Arsenal Tekuk Fulham, Arteta: Kami Siap Hadapi Atletico Madrid

Deba Salamah04 Mei 2026 / 02:00 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.