Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Data Center NeutraDC Batam Ludes Sebelum Beroperasi, Telkom Siapkan Ekspansi Kapasitas
  • Rakyat Protes Makanan MBG Jelek, MAKI Sebut Padahal Anggaran Rp15 Ribu
  • Menko AHY Berbicara di Forum Negara ASEAN dan Eurasia
  • Modus ‘Uang Acc Klik’ Pengurusan Izin Tinggal WNA di Kasus Korupsi Imipas
  • Dadan Kusdiana Ungkap Risiko Impor Minyak Rp1,6 T per Hari Saat Harga Sentuh US$100
  • Laptop Googlebook: Berikut Spesifikasi, Fitur Unggulan, Harga dan Masuk Indonesia
  • Raksasa Chip Dunia Mulai Ramai-ramai Merapat ke India
  • Dunia Bersiap! El Nino Diprediksi Muncul Lagi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Menko AHY Berbicara di Forum Negara ASEAN dan Eurasia

Menko AHY Berbicara di Forum Negara ASEAN dan Eurasia

Internasional Toto Pribadi05 Juni 2026 / 10:37 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam forum EAEU–ASEAN di St Petersburg (Foto: Tutur/Tangkapan Layar)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

St Petersburg (tutur.co.id) – Indonesia mengajak Rusia dan negara-negara Eurasia untuk memperkuat kerja sama dalam pembangunan infrastruktur berketahanan iklim (climate-resilient infrastructure), termasuk pengembangan teknologi pesisir, sistem peringatan dini bencana, energi berkelanjutan, serta proyek Giant Sea Wall.

Ajakan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat berbicara dalam sesi EAEU–ASEAN pada St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 di St. Petersburg, Rusia, Kamis 4 Juni 2026.

Dalam forum yang mempertemukan para pemimpin pemerintahan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dari kawasan ASEAN dan Eurasia tersebut, Menko AHY menyampaikan pandangan Indonesia mengenai pentingnya membangun ketahanan di tengah dunia yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.

Menurut AHY, ketahanan saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sesuatu yang harus dirancang secara sadar melalui pembangunan infrastruktur yang kuat, keamanan energi, ketahanan pangan dan air, serta kemitraan internasional yang dapat dipercaya.

“Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia memilih untuk membangun persahabatan dengan semua bangsa. Kita percaya pada dialog di atas konfrontasi, kerja sama di atas persaingan, serta kemitraan yang saling menguntungkan bagi semua pihak,” ujar Menko AHY.

Menko AHY menjelaskan, dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan yang saling berkaitan, mulai dari perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi global, gangguan rantai pasok, hingga dinamika geopolitik yang semakin kompleks. Dalam situasi tersebut, negara-negara yang mampu membangun konektivitas sekaligus menumbuhkan kepercayaan akan memegang peran yang semakin penting.

“Indonesia ingin memainkan peran tersebut: menjadi jembatan, penyeimbang, sekaligus mitra yang konstruktif dalam memperkuat stabilitas dan pertumbuhan bersama,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Menko AHY memaparkan tiga prioritas utama agenda infrastruktur Indonesia. Pertama, dekarbonisasi sektor transportasi sebagai bagian dari upaya mencapai target Net Zero Emissions. Kedua, penguatan konektivitas strategis melalui integrasi pelabuhan, sistem logistik, dan jaringan perkeretaapian nasional. Ketiga, pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim, termasuk perlindungan kawasan pesisir melalui proyek Giant Sea Wall.

Baca Juga  Teheran Jadikan 700 Masjid sebagai Pusat Pertahanan Keadaan Darurat

Menko AHY menjelaskan, perubahan iklim telah menjadi tantangan nyata yang dihadapi Indonesia. Banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, serta ancaman kenaikan muka air laut dan penurunan muka tanah di sejumlah wilayah pesisir memerlukan langkah-langkah mitigasi yang terukur dan berjangka panjang.

“Indonesia sedang mematangkan rencana pembangunan Giant Sea Wall sebagai bagian dari agenda perlindungan pesisir yang lebih luas, utamanya di wilayah Pantura Jawa. Langkah ini bukan sekadar menghadirkan perlindungan fisik, tetapi juga menjaga denyut nadi kehidupan masyarakat, melindungi mata pencaharian, serta memastikan keberlanjutan ekosistem sosial dan ekonomi di kawasan pesisir,” ujar Menko AHY.

Menurutnya, proyek tersebut membuka peluang kolaborasi internasional yang luas, mulai dari rekayasa pesisir, teknologi perlindungan pantai dan penghalang laut, sistem operasi dan pemeliharaan, hingga penelitian dan pengembangan bersama.

Menko AHY menegaskan, tantangan global tidak dapat dijawab hanya dengan pernyataan dan niat baik. Dunia membutuhkan langkah-langkah nyata yang mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kita perlu bergerak dari dialog menuju aksi, dari kerangka kerja menuju proyek nyata, dan dari komitmen menuju hasil yang dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menutup pidatonya, Menko AHY mengajak negara-negara ASEAN dan Eurasia untuk memperkuat semangat kolaborasi dan kemitraan jangka panjang dalam menghadapi tantangan global.

“Mari menjadi generasi yang memilih kerja sama di atas fragmentasi, ketangguhan di atas kerentanan, serta kemitraan jangka panjang di atas keuntungan jangka pendek. Mari kita bangun bukan hanya ekonomi yang lebih kuat, melainkan juga kepercayaan yang lebih kokoh di antara bangsa-bangsa,” pungkas Menko AHY.

Melalui kerja sama yang lebih erat antara Indonesia dan Rusia, pemerintah berharap dapat mempercepat pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan mampu melindungi masyarakat dari dampak perubahan iklim yang semakin kompleks.

Baca Juga  IHSG Masih Tertekan, Investor Waspadai MSCI hingga Geopolitik Timur Tengah
asean eurasia headline ketahanan iklim Menko AHY Rusia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleModus ‘Uang Acc Klik’ Pengurusan Izin Tinggal WNA di Kasus Korupsi Imipas
Next Article Rakyat Protes Makanan MBG Jelek, MAKI Sebut Padahal Anggaran Rp15 Ribu

Berita Lainnya

Dadan Kusdiana Ungkap Risiko Impor Minyak Rp1,6 T per Hari Saat Harga Sentuh US$100

05 Juni 2026 / 10:18 WIB

Laptop Googlebook: Berikut Spesifikasi, Fitur Unggulan, Harga dan Masuk Indonesia

05 Juni 2026 / 10:15 WIB

Dunia Bersiap! El Nino Diprediksi Muncul Lagi

05 Juni 2026 / 09:56 WIB

IHSG Bergerak Terbatas, BRI Danareksa Pilih MDKA dan TINS sebagai Saham Unggulan

05 Juni 2026 / 08:48 WIB

Istana Beri Sinyal Said Iqbal Akan Masuk Kabinet Merah Putih

05 Juni 2026 / 08:30 WIB

IHSG Masih Dibayangi Tekanan Jual, Phintraco Jagokan 5 Saham Emiten Tambang Ini

05 Juni 2026 / 08:18 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Jerman Pertimbangkan Ikut Misi Pembersihan Ranjau Selat Hormuz

Deba Salamah20 Maret 2026 / 05:00 WIB

Data Center NeutraDC Batam Ludes Sebelum Beroperasi, Telkom Siapkan Ekspansi Kapasitas

05 Juni 2026 / 11:39 WIB

Rakyat Protes Makanan MBG Jelek, MAKI Sebut Padahal Anggaran Rp15 Ribu

05 Juni 2026 / 11:32 WIB

Menko AHY Berbicara di Forum Negara ASEAN dan Eurasia

05 Juni 2026 / 10:37 WIB

Modus ‘Uang Acc Klik’ Pengurusan Izin Tinggal WNA di Kasus Korupsi Imipas

05 Juni 2026 / 10:32 WIB

Dadan Kusdiana Ungkap Risiko Impor Minyak Rp1,6 T per Hari Saat Harga Sentuh US$100

05 Juni 2026 / 10:18 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.