Jakarta (tutur.co.id)- Menjelang berakhirnya Ramadan, banyak anak mulai memasuki masa libur sekolah atau aktivitas belajar yang lebih santai. Di rumah, waktu luang anak sering kali langsung terisi dengan gawai, mulai dari menonton video hingga bermain gim. Padahal, momen menjelang Idulfitri bisa menjadi kesempatan berharga bagi orang tua untuk mengajak anak melakukan kegiatan yang lebih aktif, kreatif, sekaligus mempererat kebersamaan keluarga.
Tidak harus mahal atau rumit, berbagai aktivitas sederhana tanpa gadget justru bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak.
Berikut beberapa ide kegiatan yang bisa dicoba selama libur akhir Ramadan.
Membuat kartu ucapan Lebaran
Mengajak anak membuat kartu ucapan Lebaran bisa menjadi kegiatan kreatif yang menyenangkan. Orang tua bisa menyiapkan kertas warna, spidol, stiker, atau pita untuk menghias kartu. Anak dapat menuliskan ucapan sederhana untuk kakek-nenek, saudara, atau teman.
Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga membantu anak memahami makna saling memaafkan dan berbagi kebahagiaan saat Lebaran.
Membantu membuat kue Lebaran
Dapur bisa menjadi ruang bermain sekaligus belajar bagi anak. Orang tua dapat melibatkan anak dalam proses membuat kue Lebaran sederhana, seperti mencetak kue kering, menghias cookies, atau menata kue ke dalam toples.
Anak biasanya menikmati proses ini karena mereka merasa dilibatkan dalam persiapan hari raya. Aktivitas memasak bersama juga dapat melatih koordinasi, kesabaran, dan kerja sama.
Membuat scrapbook Ramadan
Selama bulan puasa, anak pasti memiliki berbagai pengalaman—mulai dari sahur bersama keluarga, berbuka puasa, hingga kegiatan di sekolah. Semua pengalaman itu bisa dituangkan dalam scrapbook Ramadan.
Orang tua bisa mengajak anak menempel foto, menggambar, atau menuliskan cerita pendek tentang hal yang paling mereka sukai selama Ramadan. Scrapbook ini nantinya bisa menjadi kenang-kenangan yang menyenangkan.
Berkebun kecil di rumah
Libur akhir Ramadan juga bisa diisi dengan aktivitas luar ruangan ringan seperti berkebun. Anak dapat diajak menanam tanaman sederhana di pot kecil, seperti cabai, tomat, atau tanaman hias.
Kegiatan ini membantu anak belajar tentang proses tumbuhnya tanaman sekaligus melatih rasa tanggung jawab untuk merawatnya setiap hari.
Bermain permainan tradisional
Permainan tradisional seperti petak umpet, lompat tali, congklak, atau engklek bisa menjadi alternatif hiburan yang seru tanpa gadget. Selain membuat anak lebih aktif bergerak, permainan ini juga mengajarkan interaksi sosial dan kerja sama.
Jika ada saudara atau teman sebaya di sekitar rumah, permainan ini biasanya akan terasa lebih menyenangkan.
Menggambar suasana Lebaran
Menggambar bisa menjadi cara sederhana bagi anak untuk mengekspresikan imajinasinya tentang Lebaran. Anak bisa menggambar suasana salat Id, berkumpul bersama keluarga, atau hidangan khas di meja makan.
Orang tua dapat menjadikan aktivitas ini sebagai momen bercerita tentang tradisi Lebaran dan makna kebersamaan dalam keluarga.
Berbagi takjil bersama keluarga
Kegiatan berbagi juga bisa dikenalkan kepada anak dengan cara yang sederhana, misalnya dengan membagikan takjil kepada tetangga atau orang yang membutuhkan. Anak dapat membantu menyiapkan paket takjil, memasukkannya ke dalam kantong, lalu ikut membagikannya.
Melalui pengalaman ini, anak belajar tentang empati, kepedulian, dan kebahagiaan saat bisa berbagi dengan orang lain.
Libur akhir Ramadan sebenarnya tidak harus selalu diisi dengan aktivitas besar atau perjalanan jauh. Dengan sedikit kreativitas, orang tua dapat menghadirkan berbagai kegiatan sederhana yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi perkembangan anak.
Yang terpenting, momen ini dapat menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan keluarga dan menciptakan kenangan hangat sebelum datangnya Hari Raya.

