Tokyo (tutur.co.id) – SoftBank salip Toyota dan resmi menjadi perusahaan paling bernilai di Jepang setelah kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar 48 triliun yen pada awal Juni 2026. Pencapaian ini mengakhiri dominasi Toyota yang selama lebih dari dua dekade menjadi perusahaan publik dengan nilai pasar terbesar di negara tersebut.
Lonjakan valuasi terjadi setelah saham SoftBank melonjak sekitar 14 persen dalam satu hari perdagangan. Sepanjang tahun 2026, saham perusahaan yang dipimpin Masayoshi Son itu telah menguat lebih dari 90 persen.
Kenaikan tersebut tidak lepas dari besarnya optimisme investor terhadap industri AI global. SoftBank dinilai berada di posisi strategis karena memiliki eksposur besar pada berbagai sektor yang mendukung perkembangan kecerdasan buatan.
Selain memiliki investasi strategis di sektor AI, SoftBank juga mengendalikan Arm Holdings yang berperan penting dalam industri semikonduktor. Teknologi desain chip Arm banyak digunakan dalam berbagai perangkat dan pusat komputasi yang mendukung pengembangan AI modern.
Sentimen positif semakin menguat setelah SoftBank mengumumkan rencana investasi besar di bidang infrastruktur AI. Perusahaan tersebut berencana mengembangkan pusat data baru di Eropa untuk memenuhi kebutuhan komputasi yang terus meningkat.
Di sisi lain, Toyota menghadapi tekanan dari perlambatan pasar otomotif global dan perubahan preferensi investor. Arus modal kini lebih banyak mengalir ke sektor teknologi yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibanding industri manufaktur tradisional.
Kepala Riset Phillip Securities Japan, Kazuhiro Sasaki, menyebut pergeseran ini sebagai simbol nyata dari booming AI yang sedang berlangsung. Menurutnya, investor semakin fokus pada perusahaan yang memiliki keterkaitan langsung dengan masa depan teknologi.
Masayoshi Son juga menegaskan bahwa persaingan dalam industri teknologi berlangsung sangat cepat. Karena itu, SoftBank akan terus memperbesar investasinya untuk memperkuat posisi dalam ekosistem AI global.
Perubahan peringkat ini menunjukkan bahwa pusat perhatian pasar mulai bergeser dari sektor otomotif menuju teknologi kecerdasan buatan. Tren tersebut tidak hanya terjadi di Jepang, tetapi juga terlihat di berbagai pasar utama dunia.
Keberhasilan SoftBank menggeser Toyota menjadi penanda penting perubahan lanskap ekonomi modern. Di tengah ledakan AI yang terus berkembang, perusahaan yang mampu menguasai teknologi masa depan kini semakin berpeluang memimpin pasar global.

