Gilimanuk (tutur.co.id)- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan arus kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk tetap lancar dan terkendali setelah layanan penyeberangan kembali dibuka usai penghentian sementara saat Hari Raya Nyepi, berdasar keterangan tertulis yang diterima Redaksi Tutur.
Untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan, ASDP mengoperasikan 33 kapal yang terdiri dari 30 kapal reguler dan 3 kapal perbantuan jenis LCM. Penguatan armada ini difokuskan untuk menjaga ritme layanan tetap stabil, khususnya dalam melayani kendaraan roda dua dan mobil pribadi.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menyebut pengaturan operasional saat ini diprioritaskan pada kendaraan utama agar proses penyeberangan lebih efisien. “Kami terus berkoordinasi dengan regulator dan stakeholder untuk memastikan distribusi kendaraan terjaga dan tidak terjadi penumpukan,” ujarnya.
Di lapangan, percepatan layanan juga dilakukan dengan memangkas waktu bongkar muat kapal dari sekitar 35 menit menjadi 20 menit. Pola pengaturan kendaraan melalui area parkir dan buffer zone diterapkan agar arus tetap mengalir tanpa menimbulkan antrean di luar pelabuhan.
Berdasarkan pemantauan pada Jumat sore, arus menuju Pelabuhan Gilimanuk terpantau ramai lancar meski volume kendaraan meningkat. Tidak ditemukan antrean di jalur utama, didukung pemisahan jalur kendaraan serta optimalisasi buffer zone di Terminal Kargo.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-2, tercatat 459.640 penumpang dan 146.963 kendaraan telah menyeberang dari Bali ke Jawa. ASDP menegaskan akan terus menjaga layanan tetap aman, tertib, dan lancar dengan dukungan koordinasi lintas instansi serta kepatuhan pengguna jasa terhadap arahan petugas.

