Jakarta (Tutur.co.id) – Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta menyebutkan ada enam lokasi pengamatan hilal untuk penetapan Idulfitri, 1 Syawal 1447 Hijriah.
“Rukyatul hilal di DKI dilakukan di enam lokasi bekerjasama dengan segenap ormas Islam dan instansi terkait,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama DKI Jakarta Adib dilansir dari Antara.
Enam lokasi ini yakni Lantai 7 Gedung Kanwil Kemenag di Jakarta Timur, Masjid Hasyim Asyari Jakarta Barat, Masjid Musari’in Basmol Jakarta Barat, Masjid Raya JIC Jakarta Utara, Rumah Falak Pondok Labu Jakarta Selatan dan Pulau Karya/Pramuka Kepulauan Seribu.
Sedangkan untuk seluruh Indonesia total ada 117 lokasi pemantauan hilal untuk penentuan awal Syawal 1447 H. Hasilnya akan diumumkan di sidang isbat hari ini di Kementerian Agama.
Sidang isbat akan dihadiri berbagai pihak, antara lain perwakilan duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), hingga perwakilan ormas.
Sejumlah pihak sudah menyampaikan prediksi terkait kemunculan bulan baru. Muhammadiyah sudah memutuskan lebaran 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat 20 Maret 2026.
Sementara dari perhitungan, bulan baru tidak bisa diamati hari ini sehingga bulan Ramadan akan dibulatkan jadi 30 hari sehingga lebaran jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026.

