Changzou (tutur.co.id) – Inovasi unik datang dari Tiongkok. Sebuah perangkat pembasmi nyamuk berbasis laser diciptakan perusahaan start up China Photon Matrix Lab di Changzhou dan langsung mencuri perhatian. Semakin nyenyak tidurnya.
Dilansir China Daily, Selasa 28 Maret 2026, terobosan baru dari China ini tentu akan menjadi senjata ampuh melawan nyamuk yang telah menjadi gangguan global. Bukan sekedar alat pengusir, perangkat ini benar-benar berhasil menembak nyamuk di utara. Hebatnya, produk ini sudah terjual habis di pasar internasional.
Minat pasar terhadap teknologi ini terlihat dari hasil kampanye crowdfunding yang melampaui ekspektasi. Perangkat tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari $1,6 juta, jauh di atas target awal $20.000. Lebih dari 2.600 pembeli dari luar negeri langsung mengamankan unit dengan harga sekitar $600 hingga $620.
Dari sisi teknologi, alat ini mengandalkan kombinasi AI dan laser presisi tinggi. Sistemnya mampu mendeteksi objek sekecil 2 milimeter dan menembakkan pulsa laser dalam waktu sekitar 0,003 detik.
Bahkan, perangkat ini diklaim bisa menetralisir hingga 30 nyamuk per detik dalam kondisi optimal. Pendekatan ini menandai pergeseran dari metode tradisional seperti obat nyamuk menjadi sistem berbasis teknologi presisi.
Pengembangnya menyebut alat ini sebagai micro defense syste” dan memang diperuntukan penggunaan rumah tangga. Awalnya, tim menghadapi tantangan dalam mendeteksi nyamuk karena gangguan sinyal dari lingkungan sekitar.
Terobosan baru terjadi setelah mereka menggabungkan teknologi lidar, algoritma visi AI, dan sistem laser dalam satu perangkat. Hasilnya, tingkat akurasi deteksi bisa mencapai lebih dari 95 persen dalam radius enam meter.
Fenomena ini tidak lepas dari masalah global yang lebih besar, yaitu meningkatnya populasi nyamuk akibat perubahan iklim.
Organisasi World Health Organization mencatat bahwa terdapat lebih dari 3.500 spesies nyamuk di dunia, dengan sekitar 200 di antaranya menggigit manusia. Nyamuk juga menjadi penyebab lebih dari 700.000 kematian setiap tahun, menjadikannya salah satu hewan paling mematikan di dunia. Data ini memperkuat bahwa inovasi di bidang pengendalian nyamuk punya nilai penting, bukan sekadar kenyamanan.
Jika dibandingkan dengan produk lain, perangkat dari China ini melangkah lebih jauh. Startup Israel seperti Bzigo memang sudah mengembangkan alat pendeteksi nyamuk, tetapi belum sampai tahap eliminasi langsung. Teknologi dari Photon Matrix Lab justru menggabungkan deteksi dan eksekusi dalam satu sistem. Ini yang membuatnya terlihat lebih “siap pakai” untuk kebutuhan sehari-hari.
Di balik kesuksesan ini, ada faktor lain yang tak kalah penting, yaitu kekuatan rantai pasok teknologi di China. Dalam satu dekade terakhir, industri laser di negara tersebut berkembang pesat dan berhasil menekan biaya produksi.
Hal ini memungkinkan teknologi yang dulunya hanya digunakan di industri berat kini hadir dalam bentuk perangkat konsumen. Dengan inovasi seperti ini, China tidak lagi sekadar mengikuti tren global, tetapi mulai menciptakan standar baru di pasar teknologi dunia.

