Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Febrie Tidak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Hukum»KPK Ungkap Pemerasan Syamsul Aulia Dilakukan Hingga ASN Bawahan

KPK Ungkap Pemerasan Syamsul Aulia Dilakukan Hingga ASN Bawahan

Hukum Ahmad Nuryaman06 Mei 2026 / 13:16 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
KPK
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap modus pemerasan yang dilakukan Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Aulia Rahman kepada ASN hingga jenjang bawahan.

“Keterangan para saksi yang terungkap adalah uang-uang yang dikumpulkan dari pribadi, kemudian pinjaman, bahkan juga dikumpulkan dari para staf di bawahnya,” ujar juru bicara KPK Budi Prasetyo, Rabu, 6 Mei 2026.

Pemerasan ini diketahui dilakukan secara berjenjang hingga ASN bawahan, demi terkumpulnya uang yang akan disetorkan kepada Syamsul.

“Sehingga ini menjadi berjenjang, dugaan tindak pemerasan yang dilakukan oleh bupati kepada para perangkat daerah, kemudian para perangkat daerah ini sebagian ada yang mengumpulkan dari para staf di bawahnya,” tambahnya.

Adapun berdasarkan keterangan saksi yang diperiksa, para ASN mengumpulkan uang dengan jumlah yang bervariasi.

“Pengumpulan-pengumpulan dari para staf di bawahnya ada yang bernilai dari Rp3 juta-Rp10 juta. Nah itu dikumpulkan dari beberapa staf,” jelas Budi.

Uang tersebut dikumpulkan Syamsul ditujukan untuk pemberian tunjangan hari raya (THR) kepada Forkopimda di wilayah Kabupaten Cilacap.

Perlu diketahui Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus pemerasan oleh Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.

Ammy diketahui memasuki gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 10.16 WIB, Selasa 5 Mei 2026, menjalani pemeriksaan selama lebih dari 2 jam akhirnya ia keluar melalui lobi.

Saat ditemui awak media, ia mengaku tak mengetahui adanya dugaan pemerasaan dilakukan bupati yang nilainya mencapai Rp750 juta.

“Cuma ditanya apakah saya mengetahui apa tidak? Ya saya tidak mengetahui apa-apa,” ujarnya.

Baca Juga  Niko Kili Kili ke Sony Sonjaya: Korupsi Gak Usah Sok Suci
ASN ASN bawahan Budi Prasetyo bupati cilacap Bupati nonaktif Korupsi KPK pemerasan pemerasan berjenjang Syamsul Aulia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleAlasan Skema 90-10 Versi Asosiasi Driver Ojol, Agar Aplikator Tidak Merugi
Next Article Video: Menkeu Ajak Serok Saham Saat Harga Turun, Ekonomi Disebut Menguat

Berita Lainnya

Febrie Tidak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Harga Minyak Dunia Diprediksi Bertahan Tinggi hingga Kuartal III 2026, Dampaknya Mengalir ke Indonesia

Gusti Tetiro06 April 2026 / 06:48 WIB

Febrie Tidak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.