Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Energi & Tambang»Harga Minyak Dunia Diprediksi Bertahan Tinggi hingga Kuartal III 2026, Dampaknya Mengalir ke Indonesia

Harga Minyak Dunia Diprediksi Bertahan Tinggi hingga Kuartal III 2026, Dampaknya Mengalir ke Indonesia

Energi & Tambang Gusti Tetiro06 April 2026 / 06:48 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Sejak Iran diserang AS-Israel 28 Februari 2026, Selat Hormuz tertutup dan menyebabkan krisis energi khususnya minyak/bbm. Ilustrasi Suasana Selat Hormuz (Foto:Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Lonjakan harga minyak mentah dunia diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong harga energi global tetap tinggi, bahkan berpotensi bertahan hingga kuartal III-2026.

Laporan Macroeconomic Monitor edisi Maret 2026 dari IFG Progress mencatat, gangguan pada jalur distribusi energi global telah mengerek harga minyak melampaui US$100 per barel. Pemicu utamanya adalah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Salah satu titik krusial adalah Selat Hormuz, jalur vital yang menyalurkan sekitar 20 juta barel minyak per hari—setara sepertiga dari total perdagangan minyak laut global—serta seperlima pasokan gas alam cair (LNG) dunia.

“Dengan terganggunya lalu lintas, harga minyak naik di atas US$100 per barel pada Maret 2026,” ujar Ibrahim Kholilul Rohman, Senior Research Associate IFG Progress dalam laporan tersebut.

Menurut IFG Progress, arah harga minyak ke depan sangat bergantung pada durasi konflik dan gangguan pasokan. Dalam skenario dasar, harga diperkirakan tetap tinggi hingga kuartal III-2026 sebelum perlahan menurun. Kondisi ini dinilai masih memungkinkan inflasi tetap terkendali dengan dampak terbatas terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Namun, skenario yang lebih buruk dapat terjadi apabila gangguan di Selat Hormuz berlangsung berkepanjangan. Situasi tersebut berpotensi menjaga harga minyak jauh di atas level normal, memperkuat tekanan inflasi, serta meningkatkan risiko perlambatan ekonomi global yang lebih luas.

Sebaliknya, jika tercapai gencatan senjata atau solusi diplomatik, premi risiko dapat menurun. Aliran energi global pun berpeluang kembali normal, sehingga membantu menstabilkan harga dan menopang pertumbuhan ekonomi.

“Variabel kunci di semua skenario bukanlah besarnya guncangan awal, tetapi durasi dan keberlanjutan gangguan pasokan dan ketidakpastian,” jelas Ibrahim.

Baca Juga  Distribusi BBM Sumatera Utara Pulih, Antrean Menyusut dan Pasokan Aman Sentosa

Bagi Indonesia, dampak konflik ini bersifat tidak langsung namun sistemik. Meski impor minyak dari Iran relatif kecil, ketergantungan pada pemasok utama seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab membuat ekonomi domestik tetap rentan terhadap gejolak harga global.

Kenaikan harga energi berpotensi memicu inflasi, menekan nilai tukar Rupiah akibat arus keluar modal, serta memperketat likuiditas. Di saat yang sama, tekanan biaya juga dapat melemahkan kinerja ekspor dan investasi, sekaligus meningkatkan beban fiskal pemerintah.

“Kenaikan biaya energi mendorong inflasi, arus keluar modal menekan rupiah, dan likuiditas semakin ketat, sementara ekspor dan investasi melemah dan beban fiskal meningkat,” imbuh Ibrahim.

Dengan dinamika tersebut, stabilitas ekonomi Indonesia ke depan sangat ditentukan oleh kemampuan meredam dampak eksternal, terutama dari volatilitas harga energi global yang masih tinggi.

dampak ekonomi Indonesia Harga minyak dunia headline konflik Timur Tengah selat hormuz
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleAnjlok 94%, 3000 Kapal Masih Tertahan Tak Boleh Lewat Selat Hormuz, Begini Dampaknya!
Next Article Anwar Ibrahim Ungkap Cerita Kapal Minyak Malaysia Bisa Lewati Hormuz

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Elnusa Petrofin Perkuat Distribusi BBM, Penyaluran di Sumatra Utara Berangsur Normal

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB
Form Komentar Cancel Reply

IDF Israel Gempur Hezbollah di Lebanon, Targetkan Pabrik Drone

Toto Pribadi05 Maret 2026 / 13:39 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.