Kashgar (tutur.co.id) – Kota Kashgar di wilayah Xinjiang, Tiongkok, mulai menggunakan robot polisi AI untuk membantu mengatur lalu lintas di kawasan wisata dan pusat-pusat keramaian. Kehadiran robot polisi lalu lintas ini mulai menarik perhatian publik sejak libur Hari Buruh atau “May Day” beberapa Waktu lalu.
Di tengah padatnya arus wisatawan, robot tersebut berdiri di tengah persimpangan sambil meniup peluit dan mengarahkan kendaraan sesuai kondisi lampu merah maupun hijau. Robot pintar ini mampu memberikan isyarat tangan layaknya polisi sungguhan, terhubung dengan lampu lalu lintas, hingga memberi peringatan otomatis kepada pelanggar jalan raya.
Robot yang dibekali teknologi pengenalan visual berbasis AI ini juga mampu mendeteksi pengendara motor atau sepeda listrik yang tidak memakai helm. Dan saat menemukan pelanggaran, sistem akan langsung mengeluarkan peringatan suara untuk meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara.
“Semua orang sangat tertarik dengan robot polisi lalu lintas ini,” ujar Kepala Divisi Lalu Lintas Kepolisian Kashgar, Zhang Hui.
Selain membantu pengaturan jalan, robot AI tersebut juga dapat berinteraksi dengan masyarakat dan wisatawan. Dengan dukungan large language model (LLM), robot mampu memberikan petunjuk arah menuju lokasi populer seperti Kota Tua Kashgar maupun halte transportasi umum.
Teknologi ini dinilai mampu meringankan beban polisi di lapangan, terutama saat kawasan wisata dipadati pengunjung. Selama masa liburan, robot tersebut rata-rata memberikan lebih dari 120 pengingat pelanggaran dan melayani puluhan pertanyaan arah setiap harinya.
Pihak kepolisian Kashgar menyebut penggunaan robot polisi AI menjadi bagian dari pengembangan sistem “smart traffic management” di kota tersebut.
Kehadiran teknologi ini menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan AI dalam pelayanan publik sekaligus mendukung terciptanya lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan efisien di masa depan.

