Jakarta (tutur.co.id) – Pengamat politik Internasional Prof Ikrar Nusa Bhakti menyampaikan pandangannya terkait update Perang Iran. Menurut Prof Ikrar, posisi Amerika Serikat (AS) dan Israel saat ini tengah di ujung tanduk menyusul kegagalan negosiasi beberapa waktu lalu.
“Israel dan Amerika Serikat itu sudah di ujung tanduk. Kita tahu memang Israel dan Amerika Serikat itu kuat dalam persenjataan, pesawat tempur lebih banyak begitu juga teknologi perangnya. Tapi jangan lupa semangat juang Iran itu bukan main hebatnya,” kata Prof Ikrar saat menjadi bintang tamu dalam podcast Bang Don Zuper Opini.
Prof Ikrar menambahkan, Amerika Serikat dan Israel dianggap salah perhitungan saat melancarkan agresi ke wilayah Iran. Anggapan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu bahwa Iran telah ‘selesai’ dengan tewasnya pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan petinggi lainnya ternyata salah besar.
“Mereka (AS dan Israel) kemudian cuap-cuap pemimpin kalian (Iran) itu sudah tewas saatnya mengambil alih kekuasaan Anda Kembali. Mereka pikir selesai dan memenangkan perang serta mendukung pemerintahan baru,” kata Prof Ikrar.
Prof Ikrar melanjutkan, AS dan Israel dinilainya lupa bahwa rakyat Iran itu sejatinya memandang pemerintahan Republik Islam Iran itu lebih baik dari pemerintahan di bawah Shah Reza Pahlavi. Hal itu yang membuat provokasi untuk mengembalikan Reza Pahlavi berujung kegagalan.
“Iran di bawah pemerintahan Mullah itu jauh lebih baik kondisi ekonominya dibandingkan saat Amerika Serikat masih menggunakan Shah Reza Pahlavi yang saat itu digunakan untuk mengambil minyak dan sumber daya di Iran. Jadi gak mungkin rakyat itu kemudian Kembali ke era Shah Reza Pahlavi ya,” beber Prof Ikrar.
Buat Kawan Tutur yang ingin menyaksikan percakapan seru seputar Perang Iran dengan nara sumber Prof Ikrar Nusa Bhakti dengan host Don Bosco Selamun dapat menyaksikan di Tutur TV hari ini Jumat pukul 20.00 WIB.

