Surabaya (tutur.co.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak para pengembang yang tergabung dalam **Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Ajakan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri kegiatan berbuka puasa bersama yang digelar DPD Real Estate Indonesia Jawa Timur di Sheraton Surabaya Hotel & Towers.
Acara yang berlangsung dalam suasana Ramadan tersebut juga menghadirkan Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar sebagai pemberi tausiyah. Kegiatan ini diikuti jajaran pengurus REI, para pengembang, serta pelaku industri properti di Jawa Timur.
Perumahan Jadi Sektor Strategis Pembangunan
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menegaskan bahwa sektor perumahan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, sektor ini juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak dan terjangkau.
Menurutnya, momentum kebersamaan di bulan suci Ramadan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, khususnya dalam mendukung pembangunan sektor perumahan dan permukiman di Jawa Timur.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjut Khofifah, terus mendorong percepatan pembangunan perumahan agar kebutuhan hunian masyarakat dapat terpenuhi secara lebih merata.
Dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah
Untuk menjawab kebutuhan perumahan yang masih tinggi, pemerintah pusat telah meluncurkan program pembangunan tiga juta rumah secara nasional. Program ini menargetkan pembangunan satu juta rumah di kawasan perkotaan dan dua juta rumah di wilayah pedesaan.
Di Jawa Timur sendiri, kontribusi pengembang dalam menyediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah menunjukkan perkembangan signifikan.
Data terbaru mencatat sebanyak 32.384 unit rumah MBR telah direncanakan maupun dibangun oleh para pengembang. Rinciannya meliputi 6.947 unit rumah siap huni, 10.087 unit dalam proses pembangunan, serta 15.350 unit yang direncanakan dibangun pada 2026.
Khofifah menilai peran pengembang sangat penting karena selain menyediakan hunian bagi masyarakat, sektor properti juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Penyaluran FLPP Capai Rp5,3 Triliun
Selain pembangunan fisik perumahan, dukungan pembiayaan juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian.
Di Jawa Timur, penyaluran program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menunjukkan capaian yang cukup besar. Pada periode 2023 hingga 2025, tercatat 45.543 unit rumah telah tersalurkan melalui skema pembiayaan ini dengan nilai sekitar Rp5,3 triliun.
Sementara hingga Januari 2026, penyaluran FLPP di provinsi tersebut telah mencapai 795 unit rumah. Dengan capaian tersebut, Jawa Timur menjadi salah satu kontributor terbesar dalam penyaluran FLPP secara nasional.
Ramadan Jadi Momentum Memperkuat Kepedulian Sosial
Selain membahas sektor perumahan, kegiatan buka puasa bersama tersebut juga diisi dengan agenda santunan kepada anak-anak yatim.
Dalam tausiyahnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa Ramadan merupakan momentum penting untuk memperbanyak amal kebaikan sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai solidaritas, empati, serta kepedulian terhadap sesama harus terus ditumbuhkan, terutama kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Khofifah berharap kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut dapat mempererat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun Jawa Timur yang lebih sejahtera, inklusif, dan berkeadilan.
Dengan kolaborasi yang kuat, pemerintah optimistis kebutuhan hunian masyarakat di Jawa Timur dapat terpenuhi secara bertahap melalui pembangunan rumah yang layak, terjangkau, dan berkualitas. (sas)

