Jakarta (tutur.co.id) – Wukuf atau puncak haji di Padang Arafah menjadi momen istimewa dalam rangkaian ibadah haji. Ini menjadi momen istimewa bagi para Jemaah haji untuk berdiam diri, berdoa, berzikir dan bertaubat kepada Allah SWT. Namun ternyata masih banyak kesalahan yang dilakukan jemaah haji.
Dalam kesempatan ini, redaksi merangkum dari berbagai sumber beberapa kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan dalam wukuf yang justru sejatinya sangat merugikan ibadah para Jemaah haji.
Ketidaktahuan, kurang motivasi, atau sikap pasif sering menjadi penyebab kesalahan-kesalahan tersebut. Oleh karena itu, penting bagi para jemaah haji untuk memahami kesalahan-kesalahan ini.
Nah, berikut beberapa kesalahan yangs sering terjadi selama wukuf di Arafah antara lain:
Wukuf di luar wilayah Arafah. Para dai dari kementrian agama arab saudi masih banyak menemukan jemaah haji yang melakukan wukuf di luar Arafah. Ini mengakibatkan tidak sahnya haji kita. Nabi pernah bersabda “Haji adalah wukuf di Arafah. Maka siapa yang mendapati ‘Arafah pada malam hari sebelum terbit fajar, sesunggunya dia telah mendapat haji”.
Keluar dari Arafah sebelum matahari terbenam. Meninggalkan wukuf sebelum matahari terbenam dapat mengakibatkan kewajiban haji tidak terpenuhi dan harus membayar dam.
Mendaki Jabal Rahmat atau berjalan-jalan. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah mendaki gunung rahmat saat wukuf di Arafah. Tindakan ini tidak ada nilai ibadahnya dan tidak dicontohkan.
Jika menaiki sekedar untuk mencari udara, maka hukumnya boleh, tetapi sangat disayangkan karena kesempatan berwukuf di Arafah belum tentu terulang kembali. Disebutkan pula Imamul Haramain al-Juwaini pernah mengatakan, “Dan tidak ada nilai ibadah dalam menaiki gunung ini, meski orang-orang biasa melakukannya.”
Menghadap Jabal Rahmat saat berdoa dan dzikir. Seharusnya jemaah menghadap kiblat dalam berdoa, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Jâbir,”Kemudian Rasûlullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam berangkat hingga tiba di tempat wukuf, maka beliau jadikan perut unta beliau al-Qashwa di bebatuan (di belakang Jabal Rahmat) , menjadikan rombongan pejalan kaki di depan beliau dan menghadap kiblat”.
Tidak dzikir dan doa, tetapi malah sibuk ngobrol dan bercanda. Begitu disayangkan sekali ketika wukuf disibukkan dengan ngobrol dan bercanda. Ingatlah bahwa banyak umat islam yang menginginkan berada diposisi tersebut dikarenakan tidak memiliki biaya atau tidak memiliki kondisi fisik yang memungkinkan atau sebab lain.
Menghabiskan waktu untuk berfoto-foto di Arafah. Ketahuilah, dengan foto-foto bisa membukakan pintu setan untuk menjerumuskan anda ke dalam riya (beramal agar dilihat dan dipuji orang lain) yang membuat haji anda sia-sia. Maka tutupilah ibadah haji ini dari pandangan manusia, sesunggunya hanya kepada Allah kita mengharapkan pahala.
Merokok dan mendengarkan musik. Kebiasaan buruk ini masih banyak dilakukan oleh jemaah haji. Sesungguhnya kita mencari kesempurnaan dalam beribadah haji, maka jangan menyia-nyiakan haji kita untuk sesuatu yang buruk. yang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam contohkan pada saat wukuf.
Bersolek bagi wanita. Islam melarang wanita bersolek saat keluar rumah yang dapat menimbulkan fitnah shahwat bagi yang memandangnya. Cukuplah wanita bersolek untuk para suaminya saja, sehingga tertutupi dari pandangan orang jahat.
Kesalahan-kesalahan ini harus dihindari oleh jemaah haji agar ibadah mereka dapat lebih bermakna dan mabrur. Semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan petunjuk kepada kita kebenaran dan hidayah serta menjauhkan kita dari kesalahan dan kemaksiatan.

