Jakarta (tutur.co.id)- Puasa seharusnya membuat tubuh terasa lebih ringan dan fokus meningkat. Namun pada hari-hari awal, tidak sedikit orang yang justru mengeluh pusing, kepala terasa berat, bahkan seperti mau pingsan. Kondisi ini sebenarnya adalah kondisi cukup umum yang terjadi, terutama saat tubuh masih beradaptasi dengan perubahan pola makan dan minum.
Lalu, apa sebenarnya penyebab pusing saat puasa
Penurunan Kadar Gula Darah (Hipoglikemia Ringan)
Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama lebih dari 12 jam. Akibatnya, kadar gula darah bisa menurun, terutama jika Anda saat sahur mengonsumsi karbohidrat terlalu sedikit atau justru terlalu sederhana (seperti nasi putih dalam jumlah kecil tanpa protein).
Menurut penjelasan dari Mayo Clinic, penurunan gula darah dapat menyebabkan gejala seperti pusing, lemas, gemetar, hingga sulit konsentrasi.
Otak sangat bergantung pada glukosa sebagai sumber energi, sehingga ketika kadarnya turun, efeknya adalah kepala terasa ringan atau berkunang-kunang.
Dehidrasi
Kurangnya asupan cairan antara waktu berbuka hingga sahur juga menjadi penyebab utama Anda merasakan pusing saat berpuasa. Tubuh kehilangan cairan melalui keringat, urine, dan pernapasan. Jika tidak diganti dengan cukup, tekanan darah bisa menurun dan memicu sakit kepala.
Dehidrasi ringan saja sudah cukup untuk membuat kepala terasa nyut-nyutan atau berat, terutama saat melakukan gerakan terlalu cepat, misal dari posisi duduk di bawah dan berdiri terlalu cepat.
Tekanan Darah Menurun
Beberapa orang mengalami penurunan tekanan darah saat puasa, terutama jika memiliki riwayat hipotensi. Kondisi ini dapat menyebabkan pusing saat berdiri (orthostatic hypotension), pandangan gelap, bahkan hampir pingsan.
Perubahan pola makan dan jadwal tidur juga bisa memengaruhi stabilitas tekanan darah.
Kafein Withdrawal
Bagi Anda yang terbiasa minum kopi setiap pagi, berhenti mendadak selama puasa bisa memicu withdrawal kafein. Gejalanya meliputi sakit kepala, mudah marah, dan rasa tidak nyaman di kepala.
Biasanya kondisi ini muncul di 1–3 hari pertama puasa dan akan membaik setelah tubuh beradaptasi.
Kurang Tidur
Banyak orang mengurangi waktu tidur saat Ramadan karena bangun sahur dan ibadah malam. Kurang tidur dapat memicu sakit kepala tipe tegang (tension-type headache) yang terasa seperti kepala diikat atau ditekan.
Bagaimana Cara Mencegah Pusing Saat Puasa?
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
- Konsumsi karbohidrat kompleks saat sahur seperti oatmeal, nasi merah, atau roti gandum.
- Tambahkan protein (telur, tahu, tempe, ayam) agar gula darah stabil lebih lama.
- Cukupi cairan minimal 6–8 gelas antara berbuka dan sahur.
- Kurangi konsumsi kopi secara bertahap beberapa hari sebelum puasa.
- Usahakan tidur cukup, minimal 6 jam sehari.
Waspada bila rasa pusing muncul disertai muntah hebat, lemas ekstrem, atau sampai pingsan, sebaiknya konsultasi ke tenaga medis karena bisa jadi ada kondisi lain seperti anemia atau gangguan gula darah yang perlu diperiksa.
Pada dasarnya, pusing saat puasa adalah sinyal bahwa tubuh sedang beradaptasi. Dengan pola makan yang tepat dan hidrasi yang cukup, keluhan ini biasanya dapat Anda rasakan berkurang dalam beberapa hari awal bulan puasa.

