Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Kenal Lebih Dekat Global Sumud Flotilla, Armada Laut Terbesar untuk Kemanusiaan

Kenal Lebih Dekat Global Sumud Flotilla, Armada Laut Terbesar untuk Kemanusiaan

Internasional Ridzka Putri Ananda20 Mei 2026 / 09:45 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Armada Global Sumud Flotilla (Foto: Tutur/GSF)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Berita ditahannya beberapa warga negara Indonesia (WNI) oleh pihak militer Israel kini jadi topik hangat di tengah masyarakat. Termasuk sebutan Global Sumud Flotilla yang mendadak popular setelah sebelumnya banyak masyarakat yang tak begitu tahu dengan organisasi nirlaba yang satu ini.

Global Sumud Flotilla atau disingkat GSF merupakan gerakan kemanusiaan internasional berbasis sipil yang dibentuk untuk mengirim bantuan ke Gaza melalui jalur laut. Gerakan ini mulai dikenal dunia sejak 2025 setelah mengorganisasi armada kapal internasional yang mencoba menembus blokade laut Israel di wilayah Gaza. Selain membawa bantuan kemanusiaan, GSF juga bertujuan menarik perhatian dunia terhadap kondisi warga sipil Palestina.

Armada misi kemanusiaan untuk Palestina (Foto: Tutur/Global Sumud Flotilla)

Global Sumud Flotilla resmi dibentuk pada pertengahan 2025 di tengah meningkatnya konflik dan krisis kemanusiaan di Gaza. Gerakan ini lahir sebagai gabungan beberapa organisasi solidaritas Palestina internasional seperti Freedom Flotilla Coalition, Global Movement to Gaza, Maghreb Sumud Flotilla, dan Sumud Nusantara.

Nama “Sumud” berasal dari bahasa Arab yang berarti keteguhan, ketahanan, atau tetap bertahan dalam tekanan. Nama tersebut dipilih sebagai simbol perjuangan dan solidaritas terhadap warga Palestina yang hidup di bawah blokade dan konflik berkepanjangan.

Tujuan dan Misi Utama

Menurut situs resminya, Global Sumud Flotilla memiliki fokus utama dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui jalur laut. Bantuan yang dibawa meliputi makanan, obat-obatan, perlengkapan medis, hingga kebutuhan dasar bagi warga sipil Palestina yang terdampak konflik dan blokade.

Selain membawa bantuan, gerakan ini juga bertujuan membuka akses jalur kemanusiaan internasional menuju Gaza yang selama ini dibatasi. Global Sumud Flotilla ingin menarik perhatian dunia terhadap kondisi kemanusiaan di Palestina sekaligus meningkatkan tekanan internasional terhadap blokade laut Israel di Gaza.

Baca Juga  Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Mina, Layanan Armuzna Terkendali

GSF menegaskan bahwa mereka merupakan gerakan independen, non-pemerintah, dan bersifat sipil non-kekerasan. Organisasi ini menyebut seluruh misinya dilakukan atas dasar solidaritas kemanusiaan dan bukan bagian dari operasi militer maupun agenda politik resmi negara tertentu.

Global Sumud Flotilla disebut sebagai salah satu armada sipil terbesar yang pernah menuju Gaza. Pada misi 2025, armada ini melibatkan lebih dari 40 kapal dengan sekitar 500 peserta dari lebih 40 negara. Sementara pada misi 2026, jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 100 kapal dengan ribuan peserta dari berbagai belahan dunia.

Pesertanya berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari dokter, jurnalis, aktivis HAM, mahasiswa, relawan kemanusiaan, hingga tokoh publik internasional. Beberapa nama yang sempat dikaitkan dengan gerakan ini antara lain Greta Thunberg, Thiago Ávila, hingga sejumlah aktivis dari Eropa, Amerika Latin, Asia, dan Timur Tengah.
Kronologi Aksi Armada Global Sumud Flotilla

Armada pertama mulai berlayar pada musim panas 2025 dari sejumlah pelabuhan di Eropa dan Mediterania seperti Barcelona, Genoa, dan Tunisia menuju Gaza. Namun sebagian besar kapal akhirnya dicegat atau diintersep oleh militer Israel sebelum mencapai wilayah Gaza.

Pada April hingga Mei 2026, GSF kembali meluncurkan misi baru dengan jumlah kapal yang lebih besar. Reuters melaporkan bahwa sebagian kapal armada tersebut kembali dicegat pasukan Israel di Laut Mediterania ketika membawa bantuan menuju Gaza. Intersepsi itu memicu protes dari sejumlah negara dan organisasi HAM internasional.

Struktur Organisasi dan Tokoh Penting

Global Sumud Flotilla memiliki steering committee atau komite pengarah internasional yang terdiri dari aktivis dan relawan dari berbagai negara. Salah satu tokoh yang cukup dikenal adalah Thiago Ávila dari Brasil yang juga terlibat dalam Freedom Flotilla Coalition. Selain itu ada Maria Elena Delia dari Italia yang aktif dalam koordinasi gerakan kemanusiaan internasional untuk Gaza.

Baca Juga  Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebab dan Siapkan Intervensi Pasar

Di Asia Tenggara, gerakan ini juga mendapat dukungan dari organisasi seperti MAPIM Malaysia dan Sumud Nusantara. Beberapa relawan dari Indonesia dan Malaysia diketahui ikut dalam misi pelayaran menuju Gaza sebagai bagian dari solidaritas internasional.

Kontroversi dan Sorotan Dunia

Meski mengusung misi kemanusiaan, keberadaan Global Sumud Flotilla tetap menjadi kontroversi internasional. Israel menilai armada tersebut melanggar blokade laut Gaza dan berpotensi menimbulkan ancaman keamanan. Sebaliknya, para relawan GSF menyebut intersepsi kapal bantuan di laut internasional sebagai pelanggaran hukum internasional dan tindakan yang menghambat bantuan kemanusiaan.

Kontroversi tersebut membuat nama Global Sumud Flotilla semakin dikenal dunia. Gerakan ini kini dianggap sebagai salah satu simbol solidaritas internasional terbesar terhadap Palestina, sekaligus menjadi bagian dari perdebatan global soal bantuan kemanusiaan, blokade Gaza, dan hak sipil internasional.

bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla headline israel misi kemanusiaan palestina pilihan editor
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleJeep Recall 61 Ribu Mobil Akibat Masalah Sistem Transmisi
Next Article Buka Rapat Paripurna DPR RI, Puan: Kali Ini Sangat Spesial

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Donny Tegaskan DSI Transparan dan Akuntabel, Bahlil: Pelaku Tambang Tak Perlu Khawatir

Gusti Tetiro08 Juni 2026 / 10:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.