Jakarta (tutur.co.id)- Jeep kembali menghadapi masalah serius setelah menarik puluhan ribu unit Cherokee produksi 2019 hingga 2023. Total ada sekitar 61 ribu SUV yang masuk dalam program recall akibat potensi kerusakan pada sistem transmisi. Masalah ini bukan sekadar gangguan ringan, sebab kendaraan bisa kehilangan tenaga secara tiba-tiba saat digunakan di jalan.
Sumber persoalannya berasal dari komponen two-speed power transfer unit (PTU) yang berada di sistem transmisi. Jika komponen tersebut mengalami kegagalan internal, mobil dapat langsung kehilangan daya tanpa tanda yang benar-benar jelas. Situasi ini tentu cukup berbahaya, terutama ketika kendaraan sedang melaju dalam kecepatan tinggi atau berada di tengah lalu lintas padat.
Berdasarkan laporan National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), kerusakan PTU juga dapat membuat kendaraan tetap bergerak meski tuas transmisi sudah berada di posisi parkir. Selain itu, pengemudi mungkin akan mulai merasakan gejala awal seperti munculnya peringatan “Service 4WD”, suara kasar dari area transmisi, hingga getaran yang tidak biasa saat mobil dikendarai. Perubahan karakter berkendara juga bisa menjadi tanda bahwa sistem mulai bermasalah.
Tidak semua Cherokee produksi 2019–2023 terdampak recall ini. Jeep menjelaskan hanya unit dengan desain PTU tertentu yang masuk dalam daftar penarikan. Sementara model lain yang menggunakan sistem berbeda atau diproduksi di luar periode tertentu dipastikan aman dari masalah tersebut.
Meski jumlah kendaraan yang ditarik mencapai puluhan ribu unit, produsen memperkirakan hanya sekitar 0,5 persen yang benar-benar mengalami cacat. Namun, Jeep tetap mengambil langkah pencegahan untuk menghindari risiko yang lebih besar di kemudian hari. Dealer resmi juga sudah menerima pemberitahuan agar siap menangani keluhan dari konsumen.
Saat ini Jeep masih menyiapkan solusi permanen untuk memperbaiki masalah tersebut. Surat pemberitahuan kepada pemilik kendaraan rencananya mulai dikirim pada akhir Juni sebagai langkah awal sebelum proses perbaikan dilakukan. Sayangnya, belum ada informasi pasti kapan perbaikan final akan tersedia untuk seluruh unit terdampak.
Kasus ini kembali menunjukkan bahwa kerusakan kecil pada sistem transmisi modern bisa berujung pada masalah keselamatan yang serius. Bagi pemilik Cherokee, mengenali gejala awal dan segera melakukan pengecekan menjadi langkah penting sebelum kerusakan berkembang lebih parah. Di sisi lain, recall besar ini juga menjadi ujian bagi Jeep untuk menjaga kepercayaan konsumennya di tengah ketatnya persaingan pasar SUV global.

