Teheran (tutur.co.id) – Amerika Serikat tampaknya sedikit melunak dengan Iran. Kabar terbaru, Presiden Donald Trump kabarnya siap mencairkan aset Iran senilai 20 miliar dollar AS atau setara Rp343 triliun sebagai bagian negosiasi atas pengayaan uranium Iran.
Dilansir dari Axios, Sabtu 17 April 2026, negosiasi mengenai pertukaran uranium dengan asset kabarnya tengah dipersiapkan oleh AS dan Iran. Awalnya AS hanya bersedia membayar 6 miliar dollar AS. Sedangkan Iran menuntut di angka Rp27 miliar dollar AS.
Salah satu sumber mengatakan kepada Axios bahwa pertukaran aset dengan uranium Iran ini hanyalah salah satu opsi yang sedang dibahas untuk mengakhiri konflik di Kawasan Teluk tersebut.
“Menurut dua sumber, AS siap pada tahap awal negosiasi untuk melepaskan $6 miliar bagi Iran untuk membeli makanan, obat-obatan, dan persediaan kemanusiaan lainnya. Iran menuntut $27 miliar,” tulis dalam sebuah laporan.
Rencana tersebut juga mencakup moratorium sukarela terhadap pengayaan uranium di Iran. Berdasarkan proposal tersebut, Iran akan diizinkan untuk melanjutkan penelitian nuklir dan pengembangan isotop medis, tetapi hanya di fasilitas di atas tanah.
AS bersikeras pada moratorium 20 tahun, sementara Teheran menginginkan jeda lima tahun. Para mediator masih berupaya menjembatani kesenjangan tersebut, kata seorang sumber.

