Jakarta (Tutur.co.id) – Tudingan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, sebagai bohir dibalik polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo semakin menjadi bola panas. Tak terima JK langsung menantang Rismon Sianipar yang dianggapnya telah menyebar berita bohong.
“Kalau memang begitu (mendanai) ya di mana dan kapan? Ya karena ini sudah tersebar. Jadi saya ingin katakan karena itulah, maka besok pengacara, Saudara Haris ini, itu mewakili saya untuk melaporkan ke Bareskrim Saudara Rismon, untuk mencari kebenaran, menetapkan kebenaran bahwa apa yang dikatakan itu adalah tidak benar,” kata JK pada Minggu 5 April 2026.
Dalam kesempatan itu, JK juga membantah adanya pertemuan dengan Roy Suryo dan Rismon di kediamannya. Menurutnya, pertemuan yang berlangsung pada 15 Maret 2026 justru merupakan inisiatif para tamu, bukan undangan dirinya.
“Di samping itu, saya juga ingin sampaikan bahwa pertemuan-pertemuan di sini pada bulan Ramadan yang lalu, itu sama sekali saya tidak undang dan mereka teman-teman itu datang atas kemauan sendiri untuk menyampaikan aspirasi dan saran,” ujarnya.
“Dan mereka itu teman-teman itu sebagian besar orang akademisi, orang universitas, akademisi dan profesional. Tidak ada orang partai dan sebagainya, apa pun. Semua profesional dan akademisi, profesor,” tambah JK.
Sebagaimana diketahui, tudingan Rismon Sianipar terhadap JK sempat viral di media sosial. Dalam video yang beredar, Rismon menyebut adanya sosok pendana di balik isu dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi. Disebut-sebut dana yang dikucurkan sebesar Rp5 miliar.

