London (Tutur.co.id) – Persaingan memperebutkan gelar Premier League musim 2025/2026 kian memanas. Arsenal yang sempat tergeser, kini kembali ke puncak klasemen, meski posisi tersebut belum sepenuhnya aman karena Manchester City masih menyimpan satu pertandingan lebih banyak.
Arsenal sebenarnya tampil impresif sejak awal musim. Tim asuhan Mikel Arteta itu konsisten memimpin klasemen sejak pekan ketujuh. Namun, laju mereka sempat terganggu setelah menelan dua kekalahan beruntun, masing-masing dari Bournemouth (1-2) pada pekan ke-32 dan dari Manchester City (1-2) pada pekan ke-33. Rentetan hasil tersebut dimanfaatkan City, yang tampil konsisten tanpa kekalahan dalam 11 laga terakhir, untuk mengambil alih posisi teratas.
Situasi kembali berubah pada pekan ke-34. Arsenal berhasil merebut lagi puncak klasemen setelah mengalahkan Newcastle United dengan skor tipis 1-0 di Stadion Emirates, Sabtu (25/04/2026). Kemenangan itu membuat Arsenal mengoleksi 73 poin, unggul tiga angka dari Manchester City yang turun ke posisi kedua. Meski demikian, peluang City untuk kembali memimpin tetap terbuka lebar karena mereka masih memiliki satu laga tunda.
Di tengah ketatnya persaingan, muncul skenario menarik yakni bagaimana jika kedua tim menutup musim dengan jumlah poin dan selisih gol yang sama?
Mengacu pada regulasi Premier League, penentuan juara dilakukan melalui tiga parameter utama, yakni jumlah poin, selisih gol, dan jumlah gol yang dicetak. Saat ini, Arsenal unggul dalam selisih gol dengan catatan +38. Namun, Manchester City sedikit lebih unggul dalam produktivitas, dengan 66 gol berbanding 64 milik Arsenal.
Artinya, apabila kedua tim finis dengan poin dan selisih gol identik, Manchester City akan berada di posisi teratas berkat jumlah gol yang lebih banyak. Keunggulan tersebut salah satunya dipertahankan setelah kemenangan tipis 1-0 atas Burnley FC, meski lawan yang dihadapi merupakan tim dengan pertahanan terburuk musim ini.
Dengan lima pertandingan tersisa, peluang Arsenal untuk mengejar selisih gol masih terbuka, terlebih mereka menghadapi jadwal yang relatif lebih ringan. Jika Arsenal mampu menyamai jumlah gol City, maka penentuan juara akan berlanjut ke rekor pertemuan langsung (head-to-head).
Dalam aspek ini, Manchester City kembali berada di atas angin. Mereka meraih kemenangan 2-1 di Etihad Stadium dan bermain imbang 1-1 saat bertandang ke Emirates Stadium. Dengan demikian, jika seluruh parameter sebelumnya sama, The Citizens tetap berpeluang besar keluar sebagai juara.

