Jakarta (tutur.co.id) — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan rasa syukurnya atas kondisi Jakarta yang dinilai semakin aman dan nyaman. Menurutnya, situasi kondusif tersebut tercermin dari lancarnya berbagai kegiatan lintas agama yang digelar sepanjang akhir tahun lalu hingga 2026.
“Saya bersyukur karena hampir semua hal yang dulu menjadi ketegangan, sekarang ini di Jakarta menjadi aman dan nyaman, mulai dari Christmas Carol kolosal, menyambut Nyepi, Imlek, Ramadan, Idulfitri, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Alhamdulillah, berjalan dengan baik,” ujar Pramono di Jakarta, Sabtu.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Jakarta, termasuk jemaat Katolik di bawah naungan Keuskupan Agung Jakarta yang dinilai turut menjaga suasana ibu kota tetap harmonis.
“Jakarta sekarang menjadi kota teraman nomor dua di ASEAN setelah Singapura. Tidak mungkin tanpa peran serta Keuskupan Agung Jakarta,” katanya.
Berdasarkan laporan Global Residence Index edisi 16 Januari 2026, Jakarta menempati posisi kedua kota teraman di Asia Tenggara dengan skor 0,72, berada di bawah Singapura yang memperoleh skor 0,90.
Pramono menyebut capaian tersebut menjadi kemajuan signifikan karena sebelumnya Jakarta berada di posisi enam hingga tujuh dalam daftar kota teraman di kawasan ASEAN.
Menurut dia, salah satu kebijakan yang mendukung terciptanya suasana inklusif adalah pembukaan kawasan Monumen Nasional untuk berbagai perayaan keagamaan seperti Natal, Imlek, Nyepi, hingga Idulfitri.
Ia menilai penyelenggaraan acara lintas agama di ruang publik menunjukkan kuatnya toleransi dan keberagaman masyarakat Jakarta.
Dalam daftar kota teraman Asia Tenggara versi Global Residence Index tersebut, setelah Jakarta berturut-turut terdapat Bangkok, Vientiane, Hanoi, Kuala Lumpur, Phuket, Ho Chi Minh City, Phnom Penh, dan Manila.

