Teheran (tutur.co.id) – Komandan Angkatan Kedirgantaraan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Jenderal Seyyed Majid Mousavi menegaskan Iran punya kemampuan untuk memproduksi rudal dan drone meski dalam keadaan perang sekalipun. Hal yang menurut Mousavi tidak bisa dilakukan negara lain selain Iran.
Menurut Pars Today, pernyataan Mousavi ini juga disertai dengan tayangan video yang memperlihatkan rekontruksi rudal dan drone di pabrik bawah tanah milik Iran. Bahkan masih menurut Mousavi, produksi rudal dan drone Iran semakin berlimpah di masa genjatan senjata yang baru akan berakhir pada Rabu 22 April nanti.
“Selama periode gencatan senjata, kecepatan kami dalam mengupdate dan mengisi kembali platform peluncuran rudal dan drone bahkan lebih besar dibanding sebelum perang,” kata Mousavi, Senin 20 April 2026.
Mousavi menambahkan, kemampuan Iran untuk meproduksi persenjataan bahkan dalam keadaan perang ini yang dianggap menjadi keunggulan Iran jika perang melawan AS dan Israel masih berlanjut usai batas waktu gencatan senjata.
Dan kabar terbaru dari Teheran, Iran secara tegas menolak menghadiri putaran kedua negosiasi di Pakistan yang dijadwalkan pada 20 April 2026. Dengan kata lain, masa gencatan senjata yang dimulai sejak 8 April diperkirakan akan berakhir dalam hitungan hari tanpa kesepakatan baru.
Presiden AS Donald Trump mengancam akan melakukan serangan militer dan menghancurkan pusat energi Iran jika kesepakatan tidak tercapai.

