Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Politik»DPR Meradang, Menteri KKP Ditegur Gara-gara Turun ke Dapil Tanpa Kabar

DPR Meradang, Menteri KKP Ditegur Gara-gara Turun ke Dapil Tanpa Kabar

Politik Alpin Pulungan15 Januari 2026 / 09:32 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Rapat Komisi IV DPR memanas usai anggota DPR menegur Menteri KKP karena kunjungan ke daerah pemilihan tanpa koordinasi. Foto: Tangkapan layar YouTube TV Parlemen
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Suasana ruang rapat Komisi IV DPR RI yang biasanya datar mendadak berubah panas. Kursi empuk Senayan tak lagi nyaman ketika Anggota Fraksi Gerindra, Teuku Abdul Khalid, membuka unek-uneknya ke arah meja pemerintah. Sasarannya adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Perdebatannya bukan soal program besar, tapi perkara yang kelihatannya sepele namun menusuk harga diri wakil rakyat, yakni koordinasi yang tak kunjung datang.

Khalid bercerita dengan nada kesal. Ia mengaku baru tahu sang menteri berada di Aceh justru dari pemberitaan media. Padahal, ia sendiri sedang berada di daerah pemilihannya. Di mata konstituen, situasi semacam itu membuat anggota DPR tampak seperti figuran yang tak tahu apa-apa, berdiri kikuk di tengah pertanyaan warga.

“Tolong hargai kami sedikit. Waktu turun, ngomong saja, apa salahnya? Masa Menteri turun di sana, kami seperti ‘kucing kurap’. Ditanya masyarakat, kami tidak tahu jawab,” ujar Abdul Khalid dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI dengan pemerintah membahas upaya pemulihan pasca bencana Sumatra, seperti disiarkan Channel YouTube di TV Parlemen, Rabu 14 Januari 2026.

Baginya, ini bukan sekadar soal etika berkunjung. Ini soal relasi kuasa dan rasa saling menghormati. Khalid mengingatkan bahwa DPR dan kementerian adalah mitra kerja. Ketika satu pihak tergelincir di lapangan, imbasnya ikut menyeret yang lain. Begitu juga sebaliknya, keberhasilan di daerah semestinya menjadi kebanggaan bersama.

“Kami mitra. Kalau Bapak rusak, kami ikut rusak. Kalau Bapak bagus di lapangan, kami bangga,” tegasnya.

Nada kritik belum berhenti di soal komunikasi. Khalid juga menyinggung persoalan teknis yang sudah lama jadi keluhan warga pesisir, yakni pendangkalan muara. Menurutnya, jika masalah ini dibiarkan, program pembersihan tambak yang dijalankan pemerintah hanya akan jadi kerja sia-sia. Lumpur datang lagi, air tak mengalir, nelayan kembali mengeluh.

Baca Juga  KPK Dorong Pembatasan Uang Tunai untuk Cegah Politik Uang di Pemilu

Di tengah ketegangan itu, Trenggono tak memilih bertahan di balik meja. Ia merespons langsung dengan nada lebih menunduk. Menteri Kelautan dan Perikanan itu menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Alasannya, situasi di lapangan kala itu bukan kondisi normal, melainkan darurat bencana yang menuntut keputusan cepat.

“Saya mohon maaf kepada Pak Khalid kalau kami tidak berkoordinasi, karena kami juga panik sejujurnya. Kenapa panik? Karena kami sedang membangun Kampung Nelayan di sana saat bencana terjadi,” ungkap Trenggono.

Ia menjelaskan, fokus utama jajarannya saat itu adalah bagaimana bantuan bisa segera masuk. Koordinasi administratif, menurut pengakuannya, tertinggal di belakang urgensi kemanusiaan. Trenggono bahkan mengklaim kementeriannya menjadi pihak pertama yang berhasil menembus wilayah Aceh Tamiang yang sempat terisolasi.

“Kami mengirimkan seluruh armada. Ada baju, makanan, dan lain-lain. Sekali lagi kami memohon maaf tidak memberi kabar soal itu karena situasi di lapangan,” pungkasnya.

Rapat pun berjalan lanjut, meski ketegangan belum sepenuhnya menguap. Di balik meja parlemen, cerita ini menyisakan satu catatan penting. Di saat bencana memaksa negara bergerak cepat, koordinasi tetap menjadi mata uang politik yang tak boleh diabaikan. Sebab, di hadapan rakyat, yang dinilai bukan hanya hasil kerja, tapi juga bagaimana negara hadir secara utuh, tanpa membuat wakilnya tampak seperti orang asing di tanah sendiri.

DPR Komisi IV DPR kunjungan dapil menteri kkp rapat DPR
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRupiah Masih Rentan Tekanan Global, Risiko Inflasi Impor Perlu Diwaspadai
Next Article Waspada! BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Hingga Ekstrem

Berita Lainnya

Jalan Terjal RUU Perampasan Aset, Tuntutan Publik vs Strategi DPR

14 Juli 2026 / 13:06 WIB

Diisukan PHK Karyawan, TikTok-Tokopedia Buka Loker Ratusan Posisi

06 Juli 2026 / 15:39 WIB

Dihadapan DPR dan Menaker, Bos TikTok-Tokopedia Tegaskan Tak Ada PHK Karyawan

06 Juli 2026 / 15:15 WIB

DPR Minta Aturan Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Beli Pertalite Dikaji Ulang

06 Juli 2026 / 13:13 WIB

Tutur PoV: Jangan Rampas Hak Rakyat Karena Politik Kita Rusak

05 Juli 2026 / 09:27 WIB

DPR Setujui Postur RAPBN 2027, Target Pertumbuhan Ekonomi 5,8-6,5 Persen

02 Juli 2026 / 15:26 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Alex Marquez Tercepat di Hari Pertama Tes Resmi MotoGP 2026

Deba Salamah04 Februari 2026 / 05:09 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.